Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Federasi Sepakbola Yordania (JPA), Pangeran Ali bin Hussein melakukan tuduhan sangat serius ke Presiden FIFA Gianni Infantino soal masalah pemerasan.
Melansir akun Twitter (X) Pengeran Ali bin Hussein, Rabu 5 Juli 2026, mengatakan terkait sejumlah permasalahan yang dialami Yordania ketika mengikuti Piala Dunia 2026.
Permasalahan pertama terkait sulitnya suporter Yordania untuk mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat, meskipun mereka memiliki tiket resmi dengan harga mahal.
There is no shortage of issues regarding FIFA. Let me start by clarifying what some of these are from an FA perspective, in particular that of Jordan going into a World Cup for the first time.
— Ali Al Hussein (@AliBinAlHussein) August 4, 2026
We are a small country with a minimal budget for our FA and had to deal with enormous…
"Pertama, membawa para pendukung kami ke Amerika Serikat: tidak semua diantaranya mendapat visa, meskipun mereka sudah memiliki tiket-yang kita ketahui juga dijual dengan harga selangit," kata Pangeran Ali bin Hussein.
"Kedua, kami dikenakan pajak pemerintah AS melalui FIFA atas partisipasi kami. Uang yang seharusnya diperuntukkan bagi para pemain dan staf. Hal ini tidak terjadi pada mereka yang bermain dan bermarkas di Kanada dan Meksiko," sambung dia.
Selain itu juga, Pangeran Ali bin Hussein mempertanyakan hadiah Piala Arab 2025 yang kini belum diterima Yordania meskipun hanya sebagai juara dua.
"Kami telah menunggu uang hadiah untuk para pemain kami sejak Desember untuk Piala Arab di Qatar, yang merupakan ajang FIFA," beber Pangeran Ali bin Hussein.
"Uang yang seharusnya diterima tim kami karena telah mencapai final belum disalurkan, sementara pada saat yang sama FIFA membanggakan berapa miliar yang mereka miliki sebagai cadangan," tutup.
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Federasi Sepakbola Yordania (JPA) Pangeran Ali bin Hussein (IG: JordanFA)