Kontrak FIFA ASEAN Cup 2026 Masih Dibahas, Kata Menpora Begini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 14:20
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri) berjalan ke ruangan Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri) berjalan ke ruangan Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan pembahasan kontrak tuan rumah atau host contract untuk penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 bersama FIFA masih berlangsung.

Erick mengatakan Indonesia telah mendapatkan persetujuan dari FIFA untuk menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Saat ini, pembahasan hanya menyisakan beberapa poin dalam kontrak penyelenggaraan.

"FIFA sudah menyetujui kita sebagai tuan rumah dan sekarang masih ada sedikit lagi negosiasi mengenai host contract-nya saja, isi-isinya," kata Erick Thohir kepada awak media seusai rapat koordinasi lintas institusi perihal FIFA ASEAN Cup di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Erick, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengirimkan surat jaminan pemerintah kepada FIFA. Setelah surat tersebut diterima, FIFA menyetujui Indonesia sebagai negara penyelenggara FIFA ASEAN Cup 2026.

Ia menjelaskan pembahasan kontrak penyelenggaraan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pengaturan ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U17 FIFA 2023.

Baca juga: Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Satu Grup Malaysia dan Singapura

"Jadi tidak banyak berbeda. Cuma ini ada beberapa hal yang mungkin kita mau sinkronisasikan. Dan alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan rapat terpadu, ya," katanya.

Erick memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan FIFA ASEAN Cup, sebagaimana dukungan yang diberikan untuk berbagai ajang olahraga internasional lainnya di Indonesia. Dukungan tersebut, kata dia, juga akan berlanjut untuk penyelenggaraan olahraga internasional pada masa mendatang.

Ia mengatakan Presiden Prabowo memandang olahraga bukan hanya sebagai sarana untuk memperkuat persatuan, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan berbagai hal positif tentang Indonesia kepada masyarakat internasional.

"Apalagi FIFA ASEAN ini merupakan tadi, brand FIFA, ya. Bukan brand kami, PSSI, ataupun negara. Ini benar-benar program FIFA," katanya.

Erick yang juga menjabat Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyebut FIFA ASEAN Cup sebagai salah satu ajang terbesar FIFA setelah Piala Dunia. Karena itu, status Indonesia sebagai tuan rumah dinilai memiliki nilai sejarah karena turnamen tersebut untuk pertama kalinya digelar di Indonesia.

FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026. Turnamen tersebut terbagi dalam dua divisi, yakni Premier Division yang digelar di Indonesia dan Challenge Division di Hong Kong.

Baca juga: India Pertimbangkan Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026

Premier Division diikuti enam tim dengan peringkat terbaik di kawasan, yaitu Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Adapun Challenge Division diikuti Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Timor Leste. Kedua divisi tersebut masing-masing dibagi menjadi dua grup.

FIFA ASEAN Cup menggunakan format yang berbeda dari kompetisi pada umumnya. Juara masing-masing grup akan langsung melaju ke babak final tanpa melalui semifinal. Dengan format tersebut, setiap tim harus menjaga konsistensi sejak pertandingan pertama karena hasil buruk dapat mengurangi peluang untuk menjadi juara grup dan mencapai final.

Hasil pengundian FIFA ASEAN Cup 2026 menempatkan Timnas Indonesia di Grup A Premier Division bersama Malaysia, India, dan Singapura. Grup B Premier Division dihuni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.

Sementara itu, Grup A Challenge Division berisi Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Grup B Challenge Division dihuni Kamboja, Laos, dan Timor Leste.

(Sumber: Antara)

x|close