Ntvnews.id, Jakarta -Tiga badan sepak bola dunia Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Eropa (UEFA), serta Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (Concacaf) secara resmi melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada FIFA. Sikap tegas ini diambil sebagai bentuk penolakan keras terhadap proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).
Proyek FFE memicu gelombang perlawanan lantaran mengusung rencana penjualan saham komersial atas hak penyelenggaraan Piala Dunia kepada pihak swasta. Skema bisnis tersebut dinilai mengancam integritas serta independensi turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu, yang dijadwalkan genap berusia 100 tahun pada 2030 mendatang.
"Sepak bola adalah milik para pemain, suporter, klub, asosiasi anggota, serta setiap institusi yang dipercaya menjaga masa depannya. Dalam semangat itulah, sebagai konfederasi yang mewakili para anggotanya, kami berbicara secara kolektif hari ini," tulis pernyataan bersama AFC, UEFA, dan Concacaf yang diunggah di laman resmi Concacaf, Senin, 10 Agustus 2026.
Meski FIFA telah membatalkan proyek FFE tak lama setelah diumumkan pada 28 Juli akibat gelombang penolakan internasional, ketiga konfederasi menilai persoalan ini belum sepenuhnya selesai. Mereka secara terbuka menyoroti kepemimpinan Gianni Infantino dan mengingatkan bahwa tampuk pimpinan FIFA semestinya menjadi bentuk pengabdian murni bagi seluruh keluarga besar sepak bola.
"Ketika kepercayaan dihancurkan melalui penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kolektif yang telah memberinya kewenangan, maka tugas pengabdian tersebut telah ditinggalkan," bunyi potongan surat tersebut.
AFC, UEFA, dan Concacaf juga menyayangkan sikap FIFA yang terkesan menyederhanakan masalah. FIFA dalam surat tanggapannya sempat mengakui adanya kekeliruan prosedur pengajuan, namun berdalih bahwa kontroversi tersebut hanyalah masalah komunikasi.
Sebaliknya, ketiga konfederasi menegaskan bahwa polemik ini lahir dari kegagalan mendasar dalam pengambilan keputusan. "FIFA juga tidak mengakui bahwa proposal tersebut pada dasarnya memang keliru," tegas mereka.
Kritik tajam turut diarahkan pada pertemuan petinggi FIFA di Maroko yang hanya melibatkan segelintir anggota komite manajemen, tanpa melibatkan Dewan FIFA maupun asosiasi anggota. Pola pengambilan keputusan yang tertutup ini dinilai semakin memperkuat kekhawatiran publik atas buruknya tata kelola di tubuh FIFA saat ini.
"Ada keheningan ketika seharusnya ada pertanggungjawaban. Ada jarak ketika seharusnya ada keterbukaan. Itu bukanlah kualitas yang layak dimiliki oleh kepemimpinan sepak bola," seru ketiga konfederasi.
Mengakhiri surat terbukanya, AFC, UEFA, dan Concacaf mendesak adanya pembenahan menyeluruh demi menjaga marwah tata kelola olahraga si kulit bundar. "Kini, kami menyerukan agar persatuan tersebut dihormati, demi kepemimpinan yang mengabdi kepada sepak bola, bukan kepemimpinan yang berusaha mengendalikan sepak bola," tutup mereka.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - kantor federasi sepak bola dunia (FIFA) (Antara)