Ntvnews.id, Jakarta - Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (Patrin) memberikan penjelasan terkait penggalangan dana secara mandiri yang dilakukan sejumlah atlet tunarungu untuk mengikuti kejuaraan internasional.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Patrin Agung Baghaskoro mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya penggalangan dana tersebut. Menurut dia, kegiatan pengiriman atlet yang menjadi perbincangan juga tidak dikoordinasikan dengan organisasi.
"Berkaitan dengan isu pengiriman atlet tunarungu yang harus menggalang dana, kami sebagai organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui ISCD, baik saya bersama Ketua Patrin Pusat Dimyati Hakim, tidak mengetahui sama sekali," kata Agung dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia menegaskan tidak pernah menerima koordinasi resmi maupun memberikan persetujuan atas penggalangan dana dari masyarakat untuk memberangkatkan atlet tunarungu Indonesia ke kejuaraan internasional.
Patrin pun menyayangkan adanya informasi mengenai pengiriman atlet dengan mengatasnamakan Indonesia tanpa melalui koordinasi resmi dengan Patrin, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Baca Juga: Dari Kursi Roda hingga Atlet Nasional, Semangat Berlari Bersama dalam Merdeka Run 2026
Agung mengatakan pihaknya akan berupaya menjalin komunikasi dan menelusuri alasan para atlet tersebut dapat dikirim tanpa adanya koordinasi resmi dengan Patrin dan pihak terkait lainnya.
"Itu harus diluruskan agar tidak merugikan atlet dan mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional," katanya.
Ia menjelaskan Patrin, yang dikenal dalam pergaulan internasional sebagai IADA (Indonesian Association of the Deaf Athlete), merupakan organisasi resmi di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) sebagai wadah olahraga bagi atlet tunarungu di tingkat internasional.
Menurut Agung, Patrin memiliki legitimasi untuk menaungi, melakukan pembinaan, serta mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke berbagai ajang resmi internasional.
Selama ini, kata dia, proses pengiriman dan keikutsertaan atlet tunarungu Indonesia dalam kompetisi internasional dilakukan melalui mekanisme resmi dengan melibatkan koordinasi bersama NPC Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Setiap pengiriman kontingen resmi yang mengatasnamakan Indonesia dilakukan melalui koordinasi berjenjang dengan pihak-pihak terkait," ujarnya.
Baca Juga: Bareskrim Bongkar Kronologi 5 Atlet Panjat Tebing Putri Korban Kekerasan Seksual Oleh Pelatih
Agung menambahkan Patrin berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Upaya tersebut dilakukan agar atlet tunarungu Indonesia memperoleh kesempatan untuk berkembang dan mencetak prestasi melalui proses pembinaan serta pengiriman kontingen yang resmi, terkoordinasi, transparan, dan profesional.
(Sumber: Antara)
Foto Wakil Sekretaris Jenderal DPP Patrin Agung Baghaskoro (ketiga kanan) bersama sejumlah atlet dalam keterangan resmi Patrin di Jakarta (Antara)