Hendro dan Violine Intan Pecahkan Rekor Nasional di Asian Games 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 10:28
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Atlet jalan cepat Indonesia Hendro Yap berpose usai menuntaskan perlombaan jalan cepat setengah marathon Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya Race Walking Course, Jepang, Rabu, 23 September 2026. Atlet jalan cepat Indonesia Hendro Yap berpose usai menuntaskan perlombaan jalan cepat setengah marathon Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya Race Walking Course, Jepang, Rabu, 23 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Nagoya, Jepang - Dua atlet jalan cepat Indonesia, Hendro Yap dan Violine Intan Puspita, berhasil mencatat rekor nasional baru pada nomor jalan cepat setengah maraton atau half marathon putra dan putri di Asian Games 2026. Perlombaan berlangsung di Aichi-Nagoya Race Walking Course, Jepang, Rabu, 23 September 2026.

Hendro menyelesaikan perlombaan dengan waktu 1 jam 36 menit 49 detik dan berada di peringkat ketujuh. Sementara itu, Intan finis di posisi kedelapan dengan catatan waktu 1 jam 51 menit.

"Tadi puji Tuhan rekor baru, pengennya sih lebih tajam, tapi ya begitu lah hasilnya tadi, karena masih ada marathon nanti," kata Hendro seusai perlombaan.

Catatan Hendro sekaligus mempertajam rekor nasional yang sebelumnya ia bukukan pada All Japan Takahata Walking Race 2025. Rekor tersebut sebelumnya berada di angka 1:37:47 dan kini menjadi 1:36:49.

Baca JugaEmilia Nova Sabet Emas Heptathlon SEA Games 2025 dan Pecahkan Rekor Nasional

Intan juga memperbaiki rekor nasional miliknya yang dibuat pada ajang yang sama pada 2025. Dari sebelumnya 1:52:16, ia memangkas catatan tersebut menjadi 1:51:00.

Hendro mengaku kondisi perlombaan cukup menguras tenaga. Ia baru tiba di Jepang dua hari sebelum bertanding dan masih harus mempersiapkan diri untuk nomor maraton yang akan digelar pada 27 September.

"Ya cukup melelahkan ya karena baru tiba dua hari yang lalu terus sekarang harus sudah langsung lomba, terus juga persiapan untuk marathon untuk tanggal 27," ujar Hendro.

Di sisi lain, Intan menyebut tantangan terbesar selama perlombaan justru datang dari dirinya sendiri. Ia berusaha melawan rasa ragu sekaligus mempertahankan kekuatan hingga mencapai garis finis demi memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

Baca JugaErick Thohir: Bonus Atlet ASEAN Para Games 2025 Setara SEA Games

"Setiap perlombaan itu pasti ada tantangan tersendiri ya, terutama lawan terberat saya di sini ini diri sendiri, kayak 'bisa enggak saya, kuat enggak saya,' tetapi saya berusaha sekuat saya untuk Indonesia," kata Intan.

Menurut Intan, hasil yang diraihnya masih berada dalam sasaran waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Meski demikian, ia mengakui harus mengerahkan tenaga secara maksimal sepanjang perlombaan.

"Masih masuk sesuai target sih, tapi memang effort banget rasanya," ujar Intan.

Pada nomor putra, medali emas diraih atlet China Shengji Shi dengan waktu 1:23:32. Posisi kedua ditempati Toshikazu Yamanishi dari Jepang dengan catatan 1:28:01, sedangkan Choe Byeong Kwang dari Korea Selatan meraih perunggu setelah mencatat waktu 1:28:35.

Sementara di nomor putri, atlet China Liujing Yang menjadi peraih medali emas dengan waktu 1:33:40. Medali perak menjadi milik Kristina Morozova dari Kazakhstan dengan catatan 1:35:25, sedangkan Jiang Yunyan dari China meraih perunggu dengan waktu 1:35:26.

(Sumber: Antara)

x|close