Ntvnews.id, Jakarta - Pemain muda PSM Makassar, Mufli Hidayat, akhirnya angkat bicara terkait kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Borneo FC dalam lanjutan pekan kesembilan Super League 2026/2027.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @yayat7jr, Mufli menyampaikan klarifikasi sekaligus menjelaskan kejadian yang membuatnya harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Dalam pernyataannya, pemain asal Bone tersebut terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang diterimanya.
“Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang saya terima pada pertandingan sore ini,” tulis Mufli.
View this post on Instagram
Namun, ia menegaskan ada hal yang perlu diketahui publik sebelum menilai insiden tersebut. Mufli mengaku mendapat hinaan verbal yang menyerang keluarganya, bahkan sampai menyinggung almarhum ayahnya.
Baca Juga: Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Tanding Lawan Yordania
“Saya mendapat hinaan verbal (verbal abuse) yang menyerang nama baik keluarga saya, dengan menyinggung almarhum bapak saya dengan kata-kata yang sangat tidak pantas,” ungkapnya.
Menurut Mufli, perkataan tersebut bukan lagi sekadar psywar atau provokasi yang biasa terjadi dalam pertandingan sepak bola. Ia menilai hinaan tersebut telah melewati batas karena membawa persoalan keluarga, khususnya orang tua yang sudah meninggal dunia.
“Bagi saya, itu bukan lagi sekadar psywar atau provokasi dalam sepak bola. Tapi merupakan bentuk pelecehan terhadap keluarga dan melewati batas rasa hormat sebagai manusia dan pemain sepak bola profesional,” jelasnya.
Mufli juga berharap penghinaan terhadap keluarga, terlebih kepada orang tua yang telah meninggal dunia, tidak lagi dianggap sebagai hal yang lumrah dalam dunia sepak bola.
“Jangan sampai penghinaan terhadap keluarga, bahkan terhadap orang tua yang sudah tiada, terus-menerus dibiarkan dan dianggap hal yang lumrah,” tuturnya.
Ia berharap kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang pada pertandingan berikutnya.
“Sepak bola boleh keras, persaingan boleh panas, tetapi rasa hormat dan respek tetap harus dijaga dan dijunjung tinggi,” tutupnya.
Kronologi Kartu Merah Mufli Hidayat
Insiden tersebut terjadi saat PSM Makassar menghadapi Borneo FC dalam pertandingan pekan kesembilan Super League 2026/2027.
Mufli Hidayat harus menerima kartu merah langsung dari wasit M Erfan Effendi pada menit ke-66 setelah melakukan sundulan terhadap penyerang sayap Borneo FC, Hugo Samir.
Wasit kemudian melakukan peninjauan melalui video assistant referee (VAR) untuk memastikan kejadian tersebut.
Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan memberikan kartu merah kepada Mufli atas tindakannya di lapangan.
Keputusan tersebut membuat pemain kelahiran Bone itu terlihat emosional. General Manager PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, bahkan harus berusaha menenangkan Mufli di pinggir lapangan setelah sang pemain diusir dari pertandingan.
Pemain muda PSM Makassar, Mufli Hidayat (IG/ Mufli)