Ntvnews.id, Jakarta - Rencana merger Honda dan Nissan gagal terealisasi tahun lalu, namun kedua produsen otomotif asal Jepang tersebut tetap membuka peluang kerja sama.
Kini, seperti dikutip dari Carscoops, Selasa (1/9/2026), Honda dan Nissan kembali menemukan titik temu melalui kesepakatan baru untuk mengembangkan teknologi perangkat lunak dan sistem elektronik kendaraan.
Dalam kerja sama tersebut, Honda dan Nissan akan mengembangkan serta menstandarisasi berbagai electronic control unit (ECU) yang menjadi bagian penting dari kendaraan generasi berikutnya yang mengandalkan teknologi berbasis perangkat lunak.
Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan sistem operasi kendaraan (in-vehicle operating system), komponen penting middleware, hingga perangkat lunak yang mengendalikan berbagai fungsi kendaraan.
Standarisasi teknologi tersebut berpotensi membuat sejumlah teknologi dasar pada mobil Honda dan Nissan di masa depan memiliki kesamaan.
Salah satunya kemungkinan terlihat pada sistem infotainment, meski masing-masing merek tetap dapat memberikan tampilan, grafis, dan pengalaman pengguna yang berbeda untuk mempertahankan karakter brand.
Kendaraan yang menggunakan ECU dan perangkat lunak hasil pengembangan bersama ini ditargetkan mulai hadir pada tahun fiskal 2029.
Dengan demikian, model pertama yang mengadopsi teknologi tersebut kemungkinan meluncur antara 1 April 2029 hingga 31 Maret 2030.
Baca Juga: CEO Lamborghini Ungkap Kekurangan Supercar China yang Sulit Ditiru
Honda dan Nissan menyebut standarisasi teknologi dasar akan membantu kedua perusahaan menggabungkan keahlian teknik serta sumber daya pengembangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, sekaligus menekan biaya pengembangan melalui skala ekonomi yang lebih besar.
Kerja sama ini juga dinilai dapat membantu Honda dan Nissan menghadapi persaingan industri otomotif yang semakin ketat, terutama ketika teknologi perangkat lunak menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan mobil modern.
Menariknya, kesepakatan pengembangan software dan ECU tersebut tidak secara langsung melibatkan Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.
Namun, berdasarkan laporan Reuters, Mitsubishi tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk ikut bergabung dalam kerja sama pengembangan perangkat lunak dan ECU antara Honda dan Nissan.
Selain fokus pada software dan sistem elektronik, Honda dan Nissan juga menegaskan akan terus mengeksplorasi peluang kolaborasi di berbagai bidang lainnya.
Kerja sama terbaru ini menunjukkan meski rencana merger Honda dan Nissan telah berakhir, kedua perusahaan masih melihat peluang besar untuk saling berbagi teknologi, sumber daya, dan keahlian demi menghadirkan kendaraan generasi berikutnya.
Logo Nissan Motor Corporation dan Honda terlihat pada konferensi pers bersama, di Tokyo, Jepang, 23 Desember 2024. (Foto: Dok/Kim Kyung-Hoon/Reuters)