Ntvnews.id, Jakarta - Industri otomotif China dikenal mampu mengembangkan dan meluncurkan mobil baru dengan kecepatan yang sulit disaingi produsen otomotif Barat.
Namun, laju pengembangan yang semakin cepat kini justru membuat regulator dan sejumlah eksekutif otomotif China mulai khawatir.
Pertanyaannya sederhana: apakah pengembangan mobil yang semakin cepat berisiko mengorbankan pengujian keselamatan dan ketahanan kendaraan?
Dikutip dari Carscoops, Selasa (8/9/2026), selama ini, produsen mobil China rata-rata membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mengembangkan sebuah model baru.
Durasi tersebut jauh lebih singkat dibandingkan produsen otomotif Barat yang umumnya membutuhkan sekitar tiga hingga lima tahun.
Kini, kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi memangkas waktu tersebut lebih jauh.
IAT Automobile Technology dan Asosiasi Produsen Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) memperkirakan pemanfaatan AI dapat membuat siklus pengembangan mobil baru di China turun menjadi sekitar 18 bulan, seperti dilaporkan Bloomberg.
Keunggulan dalam hal kecepatan tersebut bahkan mulai menarik perhatian produsen mobil asing. Sejumlah perusahaan global kini memanfaatkan kemampuan pengembangan di China untuk mempercepat proses produksi kendaraan baru.
Renault, misalnya, mengembangkan Twingo E-Tech generasi terbaru di China hanya dalam waktu sekitar 21 bulan. Sementara itu, Volkswagen ID.UNYX 08 yang dikembangkan bersama Xpeng membutuhkan waktu sekitar 24 bulan.
Regulator Mulai Memperketat Pengujian Keselamatan
Di tengah perlombaan menghadirkan mobil baru secepat mungkin, regulator China mulai meningkatkan perhatian terhadap aspek keselamatan.
Langkah tersebut muncul setelah otoritas memperketat sejumlah aturan yang berkaitan dengan baterai, sistem bantuan pengemudi, hingga desain gagang pintu menyusul beberapa kecelakaan fatal.
Pemerintah China juga meluncurkan kampanye keselamatan selama satu tahun yang mencakup inspeksi mendadak terhadap produsen kendaraan.
Tak hanya itu, aturan baru yang diusulkan akan meningkatkan jarak tempuh pengujian jalan wajib untuk kendaraan energi baru menjadi 30.000 kilometer, hampir dua kali lipat dari ketentuan sebelumnya.
Kekhawatiran utama industri adalah tidak semua tahapan pengembangan kendaraan bisa dipercepat dengan teknologi digital.
Validasi perangkat lunak dan simulasi virtual memang dapat dilakukan lebih cepat, tetapi pengujian ketahanan fisik kendaraan tetap membutuhkan waktu di jalan raya.
Baca Juga: Kenali Perbedaan HEV, PHEV, dan REEV pada Chery Super Hybrid
Ada Batas yang Tak Bisa Dilewati
Sejumlah eksekutif otomotif China juga mengakui percepatan pengembangan kendaraan memiliki batas tertentu.
Wakil Presiden Chery, Li Xueyong, mengatakan kendaraan harus mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim, karakter jalan, hingga kebiasaan berkendara di berbagai negara.
Dia bahkan menegaskan, terdapat tahapan dalam proses pengembangan kendaraan yang tidak bisa begitu saja dipangkas.
Masalahnya, memperlambat pengembangan kendaraan bukan perkara mudah. Konsumen China terbiasa melihat peluncuran model baru dan pembaruan teknologi dalam waktu singkat.
Di sisi lain, persaingan industri yang semakin ketat membuat produsen tidak memiliki banyak ruang untuk bergerak lebih lambat dibandingkan kompetitornya.
Ketua Geely, Li Shufu, juga menilai permintaan agar perusahaan memperlambat pengembangan kendaraan mungkin sulit diterapkan ketika seluruh produsen tengah berlomba menjadi yang terdepan.
AI Bisa Mempercepat, tetapi Bukan Segalanya
AI diperkirakan tetap menjadi salah satu senjata utama industri otomotif China untuk memangkas waktu pengembangan kendaraan.
Teknologi ini dapat membantu mempercepat validasi digital, melakukan simulasi, hingga memeriksa ribuan komponen dalam waktu jauh lebih singkat.
Namun, tantangan terbesar industri otomotif China adalah menentukan bagian mana yang aman untuk dipercepat dengan AI dan bagian mana yang tetap membutuhkan pengujian fisik dalam jarak tempuh panjang.
Dengan kata lain, AI mungkin mampu memangkas waktu pengembangan mobil dari hitungan tahun menjadi hitungan bulan.
Tetapi untuk memastikan kendaraan benar-benar aman dan tahan digunakan dalam berbagai kondisi, pengujian di dunia nyata tetap tidak bisa sepenuhnya digantikan.
Ilustrasi. Industri otomotif China dikenal mampu mengembangkan dan meluncurkan mobil baru dengan kecepatan yang sulit disaingi produsen otomotif Barat. (Foto: Istimewa via Carscoops)