Ntvnews.id, Jakarta - Motor listrik futuristik dengan tenaga 326 HP, penggerak dua roda, dan teknologi yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi.
Melansir RideApart, Senin (19/10/2026), spesifikasi Furion Taran terdengar seperti kendaraan dari masa depan. Namun, apakah motor listrik buatan perusahaan Prancis ini benar-benar bisa diwujudkan atau hanya sebatas konsep?
Keraguan itu cukup beralasan. Industri motor listrik beberapa kali diramaikan oleh perusahaan yang memperkenalkan kendaraan dengan desain futuristik, tenaga luar biasa, dan jarak tempuh menjanjikan.
Sayangnya, tidak sedikit yang hanya hadir dalam bentuk gambar digital dengan sederet klaim ambisius, tanpa bukti bahwa produknya benar-benar berfungsi.
Furion Taran pun awalnya bisa memunculkan pertanyaan serupa. Dari segi desain, motor ini terlihat seperti kendaraan yang keluar dari dunia gim Cyberpunk 2077.
Bentuknya tajam, agresif, dan jauh dari tampilan motor konvensional. Namun, di balik desain futuristik tersebut, Furion menawarkan konsep motor listrik dengan spesifikasi yang tak kalah menarik.
Perusahaan mengklaim Taran mampu menghasilkan tenaga hingga 326 HP. Motor ini juga dirancang menggunakan sistem penggerak dua roda, teknologi pemulihan energi saat pengereman, serta konfigurasi motor listrik yang diklaim mampu meningkatkan kelincahan berkendara.
Furion Taran Usung Dua Motor Listrik
Furion menyebut Taran akan menggunakan dua motor listrik. Satu unit bermodel fluks aksial terintegrasi pada roda depan, sedangkan motor lainnya bertugas menggerakkan roda belakang.
Motor ini dirancang menggunakan baterai berkapasitas 20 kWh dengan jarak tempuh sekitar 124 mil atau 200 kilometer dalam kondisi penggunaan nyata. Sementara itu, bobot keseluruhannya ditargetkan sekitar 507 pon atau 230 kilogram.
Angka tersebut tentu terdengar menjanjikan untuk sebuah motor listrik berperforma tinggi. Namun, perlu dicatat bahwa spesifikasi itu masih berupa target dan proyeksi.
Hingga kini, Furion belum menunjukkan secara terbuka prototipe Taran yang lengkap dan berfungsi. Klaim performanya juga belum dibuktikan melalui pengujian independen. Artinya, kemampuan motor ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut.
Bukan Sekadar Perusahaan dengan Ide Futuristik
Meski demikian, Furion bukan perusahaan yang sepenuhnya mengandalkan konsep digital. Pabrikan asal Prancis tersebut sebelumnya telah mengembangkan proyek motor hybrid Yamaha MT-07 dengan sistem penggerak dua roda.
Motor tersebut diberi nama M2 dan sempat menjadi sorotan karena menggabungkan mesin bensin dengan teknologi penggerak listrik pada roda depan.
M2 menggunakan mesin paralel-twin CP2 berkapasitas 689 cc milik Yamaha untuk menggerakkan roda belakang. Sementara itu, motor listrik yang terpasang di roda depan memberikan tambahan tenaga sekaligus memungkinkan pemulihan energi saat pengereman.
Berbeda dengan Taran yang masih berupa konsep, M2 telah diwujudkan menjadi prototipe fungsional. Motor tersebut bahkan pernah diuji di lintasan oleh Adrien Chareyre, juara dunia supermoto empat kali.
Pengalaman inilah yang membuat pengembangan Taran menarik untuk dicermati. Furion berupaya membawa teknologi yang telah diterapkan pada M2 ke tahap berikutnya, yakni mengganti mesin bensin dengan motor listrik sehingga seluruh sistem penggeraknya mengandalkan tenaga listrik.
Baca Juga: Suzuki Periksa 9.024 Unit Satria Pro dan F150, Gratis!
Teknologi Eversor Jadi Andalan
Salah satu teknologi utama yang dikembangkan Furion adalah Eversor. Sistem ini menjadi dasar pengembangan konsep penggerak listrik pada Taran.
Furion mengklaim teknologi tersebut mampu memulihkan hingga 77 persen energi pengereman dalam kondisi lintasan yang disimulasikan. Sistem ini juga disebut berpotensi meningkatkan jarak tempuh sekitar 20 hingga 30 persen.
Selain efisiensi energi, Furion menyoroti penggunaan rakitan motor yang berputar berlawanan arah. Konfigurasi tersebut dirancang untuk mengurangi efek giroskopik, yakni efek yang memengaruhi respons dan pergerakan kendaraan ketika menikung atau mengubah arah.
Secara teori, pendekatan ini berpotensi membuat motor terasa lebih lincah saat dikendarai. Prinsip serupa juga telah digunakan Ducati pada poros engkol sejumlah superbike bermesin V4.
Meski menawarkan pendekatan teknik yang menarik, angka efisiensi dan peningkatan jarak tempuh tersebut tetap perlu dipahami secara proporsional. Klaim itu berasal dari simulasi teknologi, bukan hasil pengujian independen terhadap Furion Taran.
Masih Ada Tantangan Sebelum Diproduksi Massal
Mengembangkan prototipe yang berfungsi tentu berbeda dengan menghadirkan motor listrik berperforma tinggi yang siap diproduksi dan digunakan konsumen.
Furion masih harus menghadapi sejumlah tantangan teknis. Platform validasi teknologi mereka saat ini beroperasi pada tegangan 48 volt, sehingga pengembangan arsitektur bertegangan lebih tinggi menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diselesaikan untuk mendukung konsep motor listrik berdaya besar seperti Taran.
Menariknya, Furion tidak menjadikan produksi massal sebagai tujuan utama pengembangan teknologi tersebut. Perusahaan justru berencana menawarkan lisensi Eversor kepada produsen kendaraan yang telah mapan.
Dalam strategi ini, Taran diposisikan sebagai contoh terbatas mengenai potensi teknologi yang mereka kembangkan, bukan semata-mata sebagai produk yang akan dipasarkan dalam jumlah besar.
Pendekatan tersebut memungkinkan Furion berfokus pada pengembangan teknologi, sementara proses produksi dan penerapannya secara lebih luas berpotensi dilakukan bersama mitra industri.
Jadi, Furion Taran Nyata atau Hanya Khayalan?
Furion Taran belum bisa disebut sebagai motor listrik yang siap diproduksi. Untuk saat ini, kendaraan tersebut masih merupakan konsep ambisius yang didukung oleh pengembangan teknologi dan pengalaman rekayasa Furion.
Keberadaan prototipe Yamaha MT-07 hybrid M2 menjadi salah satu alasan untuk tidak langsung menganggap Taran sekadar khayalan. Furion telah menunjukkan bahwa sistem penggerak listrik pada roda depan dan pemulihan energi dapat diterapkan pada sebuah motor fungsional.
Namun, membuktikan teknologi tersebut dapat bekerja pada superbike listrik dengan tenaga hingga 326 HP merupakan tantangan yang berbeda.
Masih dibutuhkan prototipe Taran yang berfungsi, pengujian performa, serta pembuktian terhadap klaim efisiensi dan jarak tempuh sebelum kemampuan motor ini dapat dinilai secara menyeluruh.
Dengan demikian, Furion Taran berada di antara konsep futuristik dan potensi inovasi nyata. Gagasannya menarik, teknologi dasarnya memiliki pijakan rekayasa, tetapi hasil akhirnya masih harus dibuktikan.
Untuk saat ini, sikap skeptis tetap diperlukan. Namun, Furion juga layak mendapat perhatian karena berani mengembangkan pendekatan yang tidak biasa dalam dunia motor listrik.
Jika teknologi Eversor berhasil dikembangkan lebih lanjut, Taran bisa menjadi gambaran menarik tentang arah masa depan sepeda motor listrik berperforma tinggi.
Motor Listrik futuristik Furion Taran punya tenaga 326 HP. (Foto: Furion Motorcycles)