Ntvnews.id, Jakarta - BMW menuai kritik setelah menyindir desain Toyota Corolla era 1990-an melalui unggahan di media sosial.
Alih-alih mendapat pujian, strategi pemasaran yang membandingkan Toyota Corolla 1991 dengan BMW X5 terbaru justru memancing reaksi negatif dari warganet.
Dalam unggahan Instagram tersebut, BMW membagikan dua gambar yang memperlihatkan perbandingan desain kedua mobil.
Foto pertama menampilkan Toyota Corolla 1991 tanpa emblem, sementara gambar kedua memperlihatkan bagian depan BMW X5 model 2027. BMW seolah ingin menunjukkan perkembangan desain otomotif selama lebih dari tiga dekade.
Pabrikan asal Jerman itu bahkan menyebut desain Corolla tersebut sebagai sesuatu yang "membosankan" jika dibandingkan dengan tampilan X5 terbaru. Namun, respons publik ternyata tidak sesuai harapan.
Netizen Ramai-Ramai Membela Toyota Corolla
Gambar pertama yang digunakan BMW merupakan hasil olahan kecerdasan buatan (AI). Mobil tersebut tampaknya menggambarkan Toyota Corolla generasi ketujuh berkode E100, yang diproduksi pada periode 1991 hingga 1997.
Model klasik ini memiliki desain sederhana dengan lampu depan halogen serta penggunaan plastik tanpa cat pada bagian bumper, gril, dan spion.
Sementara itu, gambar kedua menampilkan bagian depan BMW X5 generasi terbaru dengan paket M Sport. Desainnya terlihat lebih agresif melalui lubang udara khas pada bumper.
Dalam keterangan unggahannya, BMW menuliskan pesan yang menonjolkan karakter desain khas mereka.
"Kami tidak hanya mendesain mobil. Kami memberinya karakter. Tak diragukan lagi BMW. Dibuat Berbeda. Untuk Merasakan Perbedaan," demikian bunyi keterangan tersebut, seperti dikutip dari Carscoops, Selasa (3/11/2026).
Sayangnya, perbandingan itu justru mengundang banyak komentar negatif. Sebagian besar warganet memilih membela Toyota Corolla yang dinilai memiliki desain sederhana, klasik, dan tak lekang oleh waktu.
Salah satu komentar yang menarik perhatian berbunyi, "Bukan membosankan, tapi klasik."
Komentar lainnya bahkan menyarankan BMW untuk membalik label perbandingan tersebut. Mereka menilai desain Corolla era 1990-an memiliki daya tarik tersendiri, terutama karena kesederhanaan dan reputasinya sebagai mobil yang tahan lama.
Tidak sedikit pula yang mengkritik pendekatan pemasaran BMW. Beberapa warganet menilai perbandingan antara SUV premium modern dengan sedan ekonomis berusia lebih dari tiga dekade bukanlah langkah yang tepat.
Bahkan, ada yang menuding BMW sengaja menggunakan strategi rage bait atau konten pemancing kemarahan demi meningkatkan interaksi di media sosial.
BMW Tetap Mendapat Dukungan Penggemar
Meski dibanjiri kritik, BMW masih mendapat dukungan dari sebagian penggemarnya. Salah satu pengguna Instagram menyampaikan bahwa BMW telah berhasil menciptakan mobil yang ingin dikendarai dan dimiliki para pencinta otomotif.
Menanggapi komentar tersebut, BMW membalas dengan mengapresiasi dukungan para penggemarnya. Pabrikan itu juga menegaskan bahwa ada banyak kerja keras di balik setiap mobil yang dirancang agar tetap memiliki karakter khas BMW.
Terlepas dari apakah unggahan tersebut sekadar candaan atau strategi pemasaran untuk meningkatkan interaksi, respons warganet menunjukkan bahwa desain mobil klasik masih memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar otomotif.
Perdebatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa desain mobil tidak selalu bisa dinilai hanya dari sisi modern atau agresif. Bagi sebagian orang, kesederhanaan, karakter, dan nilai klasik justru menjadi daya tarik yang sulit tergantikan.
BMW sindir desain Toyota Corolla jadul. (Foto: Instagram BMW via Carscoops)