Ntvnews.id, Jakarta - BMW mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.800 karyawan di China.
Langkah ini menjadi bagian dari tekanan yang dihadapi produsen otomotif asal Jerman tersebut di tengah penurunan penjualan dan melemahnya kinerja keuangan.
Menurut laporan AI4Robo yang dikutip CarNewsChina pada Rabu (4/11/2026), pengurangan tenaga kerja di BMW Brilliance Automotive (BBA) mulai diberlakukan pada 2 November 2026.
Jumlah karyawan yang terdampak setara dengan sekitar 10 persen dari total tenaga kerja perusahaan.
PHK tersebut mencakup sejumlah posisi di bagian produksi dan administrasi. Namun, staf produksi lini depan di kantor pusat perusahaan di Shenyang, Provinsi Liaoning, menjadi kelompok yang paling terdampak.
Informasi mengenai PHK ini juga dikonfirmasi oleh sejumlah karyawan kepada AI4Robo.
BMW Tawarkan Pesangon dengan Skema N+5
Dalam laporan tersebut, BMW disebut menawarkan paket kompensasi dengan skema "N+5" kepada karyawan yang terkena PHK.
Komponen "N" dihitung berdasarkan gaji bulanan sebelum pajak. Sementara itu, tambahan "5" mengacu pada gaji pokok dan tidak termasuk bonus kinerja.
Hingga kini, BMW belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait PHK di China. Perusahaan juga belum mengonfirmasi apakah langkah tersebut merupakan bagian dari program restrukturisasi global.
Pengurangan tenaga kerja ini terjadi setelah BMW menjalankan kebijakan pembatasan perekrutan dan tidak memperpanjang sejumlah kontrak kerja selama tiga tahun terakhir.
Dampaknya dirasakan karyawan dengan masa kerja yang beragam, mulai dari mereka yang telah bekerja selama 3-5 tahun hingga staf senior dan jajaran manajemen lini depan.
Baca Juga: Forland Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa 3 Model Kendaraan Niaga Listrik
BMW Juga Pangkas Ribuan Karyawan di Jerman
Pengurangan tenaga kerja di China terjadi di tengah rencana restrukturisasi yang lebih luas di kantor pusat BMW Group di Jerman.
BMW dilaporkan berencana mengurangi sekitar 8.000 karyawan secara global. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5 persen dari total 154.000 tenaga kerja perusahaan.
Berbeda dengan kebijakan di China yang banyak menyasar bagian produksi, restrukturisasi di Jerman lebih berfokus pada posisi administrasi, penelitian dan pengembangan (R&D), serta perencanaan proyek.
Program pengurangan tenaga kerja di Jerman dilakukan melalui skema pengunduran diri sukarela dengan tawaran kompensasi yang menarik.
Tingginya minat karyawan terlihat dari sekitar 5.000 kuota pengajuan yang langsung terpenuhi hanya dalam waktu tiga hari. Kondisi tersebut membuat BMW menutup portal pendaftaran lebih awal dari jadwal semula.
Laba BMW Anjlok, Penjualan di China Tertekan
Langkah efisiensi ini dilakukan ketika BMW menghadapi tekanan keuangan dan penurunan kinerja bisnis.
Pada semester I 2026, BMW Group mencatat penurunan laba sebelum pajak sebesar 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Margin EBIT segmen otomotif juga merosot menjadi 3,6 persen. Angka tersebut jauh di bawah target jangka panjang perusahaan yang berada di kisaran 8-10 persen.
Tekanan juga terlihat dari kinerja penjualan kendaraan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pengiriman global BMW Group turun 4,9 persen menjadi sekitar 1,71 juta unit. China menjadi salah satu pasar yang mengalami penurunan paling signifikan.
Pengiriman kendaraan BMW dan MINI di negara tersebut merosot 21,8 persen menjadi sekitar 376.000 unit selama periode yang sama.
Penurunan ini turut mengurangi kontribusi pasar China terhadap penjualan global BMW. Pangsa China tercatat menyusut dari 32,3 persen pada 2023 menjadi 25,4 persen pada 2025.
BMW Brilliance, Basis Produksi Terbesar BMW di Dunia
BMW Brilliance Automotive (BBA) merupakan perusahaan patungan yang didirikan pada Mei 2003 oleh BMW Group dan Brilliance Group.
Setelah perubahan struktur kepemilikan saham, BMW Group kini menguasai 75 persen saham perusahaan, sedangkan Brilliance Group memegang 25 persen sisanya.
Berpusat di Shenyang, Provinsi Liaoning, BBA menjalankan berbagai kegiatan bisnis, mulai dari penelitian dan pengembangan, pengadaan komponen, produksi, hingga penjualan kendaraan BMW di China. Perusahaan ini juga menangani layanan purnajual.
Fasilitas produksi BMW di Shenyang merupakan basis manufaktur terbesar BMW Group di dunia. Sejumlah model yang diproduksi di fasilitas tersebut meliputi BMW Seri 5 versi long-wheelbase, BMW i5 listrik, BMW Seri 3, BMW X1, X3, dan X5.
Selain itu, fasilitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam pengembangan lini kendaraan Neue Klasse, termasuk BMW iX3 dan i3.
Perusahaan BMW Brilliance. (Foto: BMW China via CarNewsChina)