Toyota Tarik 176 Ribu Mobil di China, SUV Listrik bZ hingga Lexus GX Terdampak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 14:07
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Toyota melakukan penarikan 176.737 unit mobil di China. (Foto: Istimewa via CarNewsChina) Toyota melakukan penarikan 176.737 unit mobil di China. (Foto: Istimewa via CarNewsChina)

Ntvnews.id, Jakarta - Toyota melakukan penarikan kembali (recall) besar-besaran terhadap sejumlah model kendaraan di China.

Total sekitar 176.737 unit mobil terdampak, mulai dari SUV listrik bZ3X, sedan listrik bZ7, hingga SUV hybrid Land Cruiser Prado dan Lexus GX 550h.

Penarikan kembali tersebut dilakukan menyusul temuan sejumlah masalah teknis yang berpotensi memengaruhi keselamatan berkendara.

Seperti dikutip CarNewsChina, Kamis (5/11/2026), Badan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR) menerbitkan pemberitahuan recall pada 4 November 2026.

Dari total kendaraan terdampak, sebanyak 100.175 unit merupakan SUV listrik Toyota bZ3X dan 21.085 unit sedan listrik bZ7.

Sementara itu, kampanye recall terpisah mencakup 47.347 unit Land Cruiser Prado hybrid produksi China dan 8.130 unit Lexus GX 550h hybrid impor.

Toyota bZ3X Ditarik karena Masalah Suspensi

Recall pertama mencakup 100.175 unit Toyota bZ3X yang diproduksi pada 27 Februari 2025 hingga 26 Maret 2026.

Berdasarkan dokumen SAMR dengan nomor pengajuan S2026M0124V, masalah ditemukan pada mur pengencang batang stabilizer suspensi depan.

Mur tersebut diduga memiliki gaya penjepitan aksial yang tidak mencukupi sehingga berpotensi mengendur ketika kendaraan digunakan.

Kondisi ini dapat menimbulkan suara tidak normal. Dalam kondisi ekstrem, mur bahkan berpotensi terlepas dan memengaruhi stabilitas kendaraan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, GAC Toyota akan mengganti mur yang bermasalah secara gratis.

Sebagai informasi, Toyota bZ3X diluncurkan pada Maret 2025. SUV listrik ini dikembangkan bersama Guangzhou Automobile Group (GAC) sebagai bagian dari strategi Toyota memperkuat pengembangan kendaraan listrik yang disesuaikan dengan pasar China.

Baca Juga: Sindir Desain Toyota Corolla Jadul, BMW Malah Jadi Sasaran Kritik Netizen

Toyota bZ7 Mengalami Masalah Sistem Pengereman dan Kemudi

Selain bZ3X, Toyota juga menarik kembali 21.085 unit sedan listrik bZ7 karena dua masalah perangkat lunak berbeda.

Recall pertama tercatat dalam pengajuan S2026M0125V dan mencakup 18.130 kendaraan yang diproduksi pada 28 Oktober 2025 hingga 3 Agustus 2026.

Masalah ditemukan pada perangkat lunak Comfort Stop (CST). Dalam kondisi tertentu saat kendaraan melaju pada kecepatan rendah, sistem tersebut dapat membatasi keluaran gaya pengereman.

Akibatnya, jarak pengereman berpotensi bertambah sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Sementara itu, pengajuan S2026M0126V mencakup 2.955 kendaraan yang diproduksi pada 10 Maret hingga 15 Mei 2026.

Pada kelompok kendaraan ini, masalah perangkat lunak yang melibatkan kamera pengenalan depan saat proses pembaruan over-the-air (OTA) berpotensi menyebabkan pergerakan roda kemudi yang tidak disengaja ketika fitur Integrated Cruise Assist (ICA) diaktifkan.

GAC Toyota akan memperbaiki kedua masalah tersebut melalui pembaruan perangkat lunak secara gratis.

Penarikan ini juga bukan kali pertama bZ7 menghadapi masalah teknis. Pada Juli 2026, Toyota melakukan kampanye recall terpisah terhadap sekitar 24.000 unit bZ7 akibat kesalahan perangkat lunak yang memengaruhi modul Bluetooth pintar dan pengontrol manajemen termal.

Land Cruiser Prado dan Lexus GX 550h Terdampak Masalah Saluran Bahan Bakar

Tak hanya kendaraan listrik, Toyota juga menarik kembali sejumlah SUV hybrid, yakni Land Cruiser Prado dan Lexus GX 550h.

Kampanye ini mencakup 47.347 unit Land Cruiser Prado hybrid produksi China dan 8.130 unit Lexus GX 550h hybrid impor.

Kendaraan yang terdampak diproduksi pada Juli 2024 hingga Oktober 2026. Rincian periode produksi masing-masing model tercantum dalam dokumen SAMR bernomor S2026M0133I dan S2026M0134I.

Masalah ditemukan pada sambungan konektor cepat saluran bahan bakar. Gaya eksternal dapat mengangkat pengunci konektor sehingga berpotensi menyebabkan sambungan terlepas akibat benturan.

Jika kondisi tersebut terjadi, bahan bakar dapat bocor dan meningkatkan risiko keselamatan. Berbeda dengan penarikan kendaraan listrik yang dilakukan GAC Toyota, kampanye recall Land Cruiser Prado dan Lexus GX 550h ini dilakukan setelah SAMR memulai investigasi terhadap dugaan cacat tersebut.

Untuk memperbaikinya, dealer akan memeriksa konektor saluran bahan bakar, memasang pelat penutup pelindung, serta mengganti rakitan saluran bahan bakar yang terdampak jika diperlukan.

Recall Toyota Juga Berlangsung di Amerika Utara

Penarikan kendaraan di China ini berlangsung bersamaan dengan kampanye recall terpisah terhadap sistem bahan bakar Toyota Land Cruiser Hybrid di Amerika Utara.

Kampanye tersebut mencakup sekitar 106.000 kendaraan di Amerika Serikat dan 6.721 unit di Kanada.

Meski risiko yang dilaporkan serupa, pemberitahuan recall tersebut belum membuktikan bahwa kampanye di China dan Amerika Utara melibatkan komponen yang identik.

Sebagai latar belakang, Toyota pada 2023 menggabungkan para insinyur dari tiga operasi penelitian dan pengembangan (R&D) di China ke dalam Toyota Intelligent Electromobility R&D Center (IEM by Toyota).

Langkah tersebut bertujuan mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi dan teknologi berkendara cerdas untuk pasar lokal.

Toyota bZ3X dan bZ7 merupakan bagian dari strategi tersebut. Namun, recall terbaru ini tidak menunjukkan adanya hubungan langsung antara pendekatan pengembangan lokal Toyota dan cacat teknis yang ditemukan pada kendaraan-kendaraan tersebut.