Pakar ITB Soroti Gagalnya Kontrol Kualitas di Balik Patah CV Joint Lepas L8

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 13:35
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mobil Lepas L8 dipamerkan di ajang GJAW 2025. (ANTARA/Chairul Rohman) Mobil Lepas L8 dipamerkan di ajang GJAW 2025. (ANTARA/Chairul Rohman) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai insiden patahnya komponen penting sistem penggerak mobil Lepas L8 saat uji coba merupakan indikasi serius kegagalan sistem kontrol kualitas (Quality Control/QC) kendaraan.

Penilaian tersebut disampaikan Yannes menanggapi patahnya komponen Constant Velocity Joint (CV Joint), yakni sambungan mekanis vital pada sistem penggerak roda, yang terjadi saat pengujian mobil tersebut.

"Insiden ini mengekspos kegagalan fatal quality control dan standar metalurginya, bukan sekadar kecelakaan situasional," kata Yannes kepada ANTARA, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kerusakan yang muncul akibat tekanan mekanis ekstrem dalam uji beban yang masih tergolong normal menunjukkan adanya pengabaian terhadap faktor keselamatan dalam proses perakitan kendaraan.

"Kerusakan akibat stres mekanis ekstrem saat uji beban normal tersebut menunjukkan bahwa dalam perakitannya ada pengabaian terhadap safety factor yang wajib ada pada kendaraan produksi untuk dipakai di jalan umum," ujarnya.

Baca Juga: Teknologi V2L Bikin LEPAS L8 Jadi Sumber Daya Pintar untuk Road Trip dan Liburan Outdoor

Menurut Yannes, kegagalan CV Joint dapat berakibat sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan hilangnya daya dorong kendaraan secara tiba-tiba. Kondisi tersebut juga dapat memicu poros berputar tidak terkendali dan menghantam komponen vital lain seperti selang rem serta sensor anti-lock braking system (ABS).

Selain itu, serpihan logam dari komponen yang patah berisiko mengunci roda kendaraan sehingga sistem kendali mobil menjadi lumpuh total.

Ia menegaskan, jika insiden serupa terjadi saat kendaraan digunakan di jalan umum, potensi kecelakaan fatal tidak dapat dihindari.

"Intinya, kelemahan metalurgi pada komponen kaki-kaki adalah cacat fatal yang tidak bisa ditoleransi pada sebuah mobil, karena taruhannya adalah nyawa penumpang," kata Yannes.

Lebih lanjut, Yannes mendorong pihak pabrikan agar segera melakukan investigasi forensik secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab utama patahnya CV Joint pada Lepas L8 serta menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik.

Baca Juga: Lepas L8: Debut Global Setir Kanan di GJAW 2025, Segini Harganya

"Yang terpenting, semua tindakan korektif ini harus dikomunikasikan dengan jujur untuk memulihkan kepercayaan konsumen yang terganggu akibat insiden ini," ujarnya.

Sebelumnya, insiden patahnya CV Joint mobil Lepas L8 terjadi saat kendaraan menjalani uji coba. Menanggapi hal tersebut, Product Manager Lepas Indonesia Lalu Indra Wirabhakti menyatakan kejadian hanya dialami satu unit kendaraan yang telah diuji dalam durasi panjang.

"Ini kan bumpy test, kalau normalnya sebagai customer kecepatan tidak mungkin (kecepatan) 80-100 km/h," katanya kepada awak media di Pusdiklantas Polri, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa kondisi pengujian dilakukan secara ekstrem dan menurutnya masih dalam batas kewajaran.

"Apapun mobilnya pasti bakalan seperti itu juga, maksudnya, ibaratnya getarannya tidak selesai-selesai dan itu dalam waktu cepat. It's normal lah," kata dia.

(Sumber: Antara) 

x|close