Mensos Tegaskan Seleksi Sekolah Rakyat Berbasis Data BPS, Bukan Pendaftaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 11:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf memberikan keterangan setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf memberikan keterangan setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang (Antara)

Ntvnews.id, Banjarbaru - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum bagi masyarakat. Proses seleksi dilakukan menggunakan mekanisme berbasis data resmi yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) guna menghindari adanya kepentingan pihak tertentu.

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Prosesnya dimulai dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh BPS,” kata Mensos Saifullah Yusuf di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.

Ia menjelaskan, setelah data calon peserta didik diperoleh dari BPS, pendamping Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta pemerintah desa atau kelurahan akan melakukan verifikasi langsung ke rumah calon siswa.

Baca Juga: Prabowo Kagum Siswa Sekolah Rakyat Baru 6 Bulan Raih Juara Olimpiade Matematika

“Verifikasi tersebut untuk memastikan keluarga calon siswa benar-benar memenuhi kriteria sebagai keluarga paling tidak mampu,” ucap Mensos Saifullah Yusuf.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat, data calon siswa selanjutnya diajukan kepada bupati, wali kota, atau gubernur untuk mendapatkan pengesahan melalui tanda tangan.

Mensos menekankan bahwa Kemensos tidak bekerja sendiri dalam proses seleksi tersebut. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar tahapan seleksi berjalan secara objektif dan transparan.

“Ini proses yang ketat, tidak bisa sembarangan. Kita ingin Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.

Baca Juga: Karena Cinta Bapak, Sekolah Rakyat Ada: Sambutan Pelajar untuk Prabowo di Banjarbaru

(Sumber: Antara) 

x|close