Pertamax Naik, Purbaya Klaim Pengaruh ke Inflasi Minim

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 13:35
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi.

Menurutnya, pengaruh kenaikan harga Pertamax terhadap laju inflasi relatif terbatas karena BBM jenis tersebut umumnya tidak digunakan oleh sektor angkutan umum maupun angkutan barang.

"Harusnya relatif minimum, karena kan Pertamax nggak dipakai buat angkutan barang biasanya," ucap Purbaya, Rabu 10 Juni 2026.

Adapun mayoritas kendaraan angkutan umum dan logistik masih menggunakan BBM Pertalite dan Biosolar, yang hingga saat ini masih mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Baca juga: Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan BBM di Tengah Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Green

"Harusnya limited karena kan bukan buat angkutan umum, angkutan barang juga nggak pakai," lanjutnya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu 10 Juni 2026.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Setelah Rumor Reshuffle Purbaya Mereda

"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” lanjutnya.

Pertamina Patra Niaga senantiasa berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Sementara itu, dalam komitmennya melaksanakan tugas pendistribusian BBM Bersubsidi baik BBM jenis gasoline yaitu Pertalite dan BBM jenis gasoil yaitu Biosolar.

Adapun harga jual kedua produk bbm bersubsidi tersebut tetap dilayani dengan harga jual Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

x|close