Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mengenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF). DDMF merupakan dana kedaulatan untuk membangun kapasitas bangsa puluhan tahun mendatang.
“DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi bangsa, tetapi belum dapat dibiayai dengan investasi komersial jangka pendek,” kata Prabowo pada Pidato Pengantar Rancangan APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Melalui DDMF, lanjut Prabowo, dana kedaulatan Indonesia akan ditanamkan secara disiplin dan profesional pada proyek seperti mobil nasional, proyek motor nasional, proyek Giant Sea Wall, dan proyek-proyek transformasional lain yang dibutuhkan bangsa.
Menurutnya, Indonesia harus belajar dari Belanda. Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda.
Baca Juga: Prabowo: Kalau Mereka Tak Mau Bayar dengan Harga yang Kita pasang, Ngga Usah Beli!
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan paparan dalam peluncuran Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Presiden mengatakan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa harus dibangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura. Selain itu, Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus jadi infrastruktur air, jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa.
“Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus dibangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura. Untuk menyelamatkan puluhan ribu hektare lahan yang sudah mulai tenggelam oleh naiknya air laut,” kata Prabowo.
“Kita tidak boleh hanya mewariskan dana kepada generasi berikutnya. Kita harus mewariskan industri, teknologi, perlindungan, dan keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri,” kata Presiden.
Prabowo mengatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menghasilkan terobosan-terobosan teknologi yang bisa digunakan untuk membangun Giant Sea Wall. Diperkirakan, butuh 15 tahun hingga 20 tahun untuk diselesaikan.
“Ini waktu yang lama. Saya tak tahu presiden ke berapa yang akan menyelesaikan. Tapi, saya bertekad Presiden ke-Delapan (Prabowo) yang akan memulai proyek ini,” kata Prabowo.
Menurutnya, apa pun yang bermanfaat untuk rakyat harus berani dilaksanakan. “Apa pun kita harus berani mulai. Ini menyangkut hajat hidup rakyat kita yang ada di Pantura. Masa depan industri kita juga dipertaruhkan,” kata Presiden.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, terkait Danantara Development Management Fund. (TV Parlemen)