A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Purbaya Respons Ajakan Pindah ke Pertalite: Pasti Ada yang Beralih, Tapi Tak Semua - Ntvnews.id

Purbaya Respons Ajakan Pindah ke Pertalite: Pasti Ada yang Beralih, Tapi Tak Semua

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 22:12
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait ajakan beralih dari Pertamax ke Pertalite.  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait ajakan beralih dari Pertamax ke Pertalite. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait ajakan beralih dari Pertamax ke Pertalite

Adapun ajakan tersebut muncul usai Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.

Dalam hal ini, Bendahara Negara itu mengakui ada beberapa persen konsumen yang pasti pindah dari Pertamax ke Pertalite usai adanya penyesuaian harga. 

Kendati demikian, ia mengaku belum menghitung potensi tambahan beban anggaran subsidi BBM akibat adanya peralihan tersebut.

"Kita nggak hitung, tetapi begini pasti ada berapa persen yang pindah. Cuma kan harusnya nggak semuanya pindah," ucap Purbaya, Kamis 11 Juni 2026.

Baca juga: Cek Fakta: Bantuan Purbaya untuk 700 Orang Tercepat

Lebih lanjut, Purbaya memprediksi tidak semua pengguna Pertamax akan beralih ke Pertalite. 

"Karena kan yang beli Pertamax tahu mobilnya cocok untuk Pertamax," lanjutnya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu 10 Juni 2026.

"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” lanjutnya.

Baca juga: Kenaikan Harga Pertamax Picu Antrean Panjang Pertalite di Sejumlah SPBU Jakarta Barat

Pertamina Patra Niaga senantiasa berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Sementara itu, dalam komitmennya melaksanakan tugas pendistribusian BBM Bersubsidi baik BBM jenis gasoline yaitu Pertalite dan BBM jenis gasoil yaitu Biosolar.

Adapun harga jual kedua produk bbm bersubsidi tersebut tetap dilayani dengan harga jual Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.


x|close