Peran Strategis Pertamina Jaga Ketahanan Energi, dan Stabilitas Ekonomi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 15:35
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Pekerja Pertamina. Pekerja Pertamina. (Pertamina)

Ntvnews.id, Jakarta - Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara, Benjamin Gunawan, menilai kritik yang dialamatkan kepada PT Pertamina (Persero) harus dilihat secara proporsional.

Di sisi lain, apresiasi harus disampaikan karena Pertamina telah memainkan peran strategis yang melampaui fungsi korporasi semata. Peran penting itu ditunjukkan dengan menjaga ketahanan energi, daya beli masyarakat, serta membantu meredam tekanan inflasi.

“Kita patut berbangga saat Pertamina masuk dalam Fortune Southeast Asia 500. Bahkan di kawasan ASEAN, Pertamina masuk dalam jajaran lima perusahaan terbesar dari sisi pendapatan. Ini menunjukkan bahwa Pertamina memiliki peran yang sangat strategis bagi perekonomian nasional maupun kawasan,” kata Gunawan, saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Minggu (28/6/2026).

Berkaitan dengan sejumlah kritik yang kini mengarah pada Pertamina, Gunawan memahaminya. Namun berbagai kritik yang selama ini diarahkan kepada Pertamina, kata dia, perlu dilihat secara proporsional.

ilustrasi Pom bensin BBM Pertamax <b>(BENO NTV)</b> ilustrasi Pom bensin BBM Pertamax (BENO NTV)

Sebagai badan usaha milik negara yang menjalankan mandat strategis pemerintah, Gunawan mengatakan Pertamina tidak hanya beroperasi sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan, tetapi juga menjadi instrumen negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.

“Pertamina saat ini bukan sekadar perusahaan penyedia BBM. Saya melihat Pertamina juga menjalankan fungsi strategis untuk menjaga daya beli masyarakat, meredam inflasi, memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, hingga mencegah potensi gejolak sosial akibat kenaikan harga energi. Peran seperti ini tentu tidak dimiliki perusahaan energi pada umumnya,” katanya.

Gunawan menjelaskan keberadaan Pertamina memiliki korelasi yang kuat terhadap berbagai indikator fundamental ekonomi nasional. Ketahanan pasokan energi yang terjaga berkontribusi terhadap stabilitas harga barang dan jasa, sekaligus mendukung aktivitas industri dan konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, lanjut Gunawan, tantangan menuju kemandirian energi nasional masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Menurut dia, isu pembangunan kilang dan pengurangan ketergantungan impor energi tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada Pertamina, melainkan memerlukan komitmen bersama antara pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Pemerintah dan seluruh stakeholder perlu memberikan dukungan lebih besar agar tata kelola Pertamina terus disempurnakan. Transformasi bisnis maupun struktur organisasi perlu dilanjutkan dengan fokus pada efisiensi dan transparansi. Namun yang paling penting, prioritas utama tetap menjaga ketahanan energi nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Gunawan.

Baca Juga: 16 Jam Menembus Ketegangan Timur Tengah, Kisah Kapal Pertamina Gamsunoro Melintasi Selat Hormuz

x|close