Danantara Himpun Donasi Rp2,16 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 10:17
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gelaran Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan menampilkan QR Code donasi untuk warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Gelaran Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan menampilkan QR Code donasi untuk warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, JakartaDanantara Indonesia mencatat donasi masyarakat untuk warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp2.164.037.334. Dana tersebut dihimpun melalui kegiatan Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan.

Penggalangan donasi dilakukan dengan menyediakan QR Code di tiga panggung kesenian. Fasilitas tersebut menjadi sarana bagi masyarakat, keluarga besar BUMN, Danantara Indonesia, dan pemerintah untuk bergotong royong membantu warga yang terdampak gempa di NTT.

“Momentum Kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat tentang kekuatan gotong royong. Partisipasi masyarakat dalam Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Rohan mengatakan Danantara Indonesia juga mengoordinasikan respons sejumlah BUMN untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BUMN dalam memberikan dukungan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Baca JugaPemerintah Siapkan Rp100 Miliar Untuk Bantuan Pangan Korban Gempa NTT

Koordinasi bantuan di berbagai wilayah terdampak terus diperkuat selama masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah hingga Jumat, 28 Agustus 2026.

Pada awal masa tanggap darurat, pemerintah dan BUMN memprioritaskan pemulihan layanan publik yang berperan penting dalam penanganan masyarakat terdampak.

Hingga Senin, 17 Agustus 2026, PLN telah memulihkan sekitar 88 persen pelanggan dan 98,3 persen jaringan listrik yang terdampak gempa. Pemulihan tersebut memungkinkan layanan dasar, fasilitas umum, dan posko bantuan kembali beroperasi.

Sementara itu, Telkom Group mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran komunikasi, koordinasi bantuan, serta akses masyarakat terhadap informasi.

Baca JugaTak Hanya Kebutuhan Dasar, Trauma Healing dan Perpustakaan Dihadirkan Bagi Pengungsi Anak-anak Gempa NTT

Pasokan dan distribusi bahan bakar turut diperkuat untuk mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar pengerahan bantuan ke wilayah yang membutuhkan.

Sejumlah BUMN juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke beberapa kabupaten yang terdampak gempa. Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga di berbagai lokasi.

Penggalangan bantuan masih berlangsung bersamaan dengan pemetaan kebutuhan di lapangan. Bantuan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi masyarakat, mulai dari pangan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan pengungsian, hingga kebutuhan operasional posko dan fasilitas umum.

“Fokus saat ini adalah memastikan dukungan yang dihimpun dapat tersalurkan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan. Pada saat yang sama, Danantara Indonesia bersama Keluarga Besar BUMN juga mulai memetakan kebutuhan lanjutan masyarakat terdampak, termasuk kemungkinan dukungan pada fase pemulihan dan perbaikan kembali fasilitas atau hunian yang terdampak,” jelas Rohan.

Rohan menambahkan, relawan akan turut dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Posko bencana juga akan diperkuat pada sejumlah wilayah prioritas yang menjadi pusat aktivitas masyarakat terdampak, antara lain Kabupaten Sikka, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Manggarai.

Selain menangani kebutuhan selama masa tanggap darurat, Danantara Indonesia bersama BUMN mulai mendata rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Pendataan tersebut menjadi bagian dari persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close