Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin 28 September 2026.
Adapun Rupiah turun 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp17.948 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut seiring meningkatnya sejumlah faktor eksternal yang mendukung penguatan dolar AS.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS, harga minyak mentah dunia, dan prospek kenaikan suku bunga The Fed,” ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Senin 28 September 2026.
Baca juga: Rupiah Pekan Depan Diproyeksi Sentuh Rp18 Ribu per Dolar AS
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Baca juga: Rupiah Makin Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa
Menurutnya, prospek kebijakan moneter bank sentral AS turut dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang menunjukkan kinerja lebih kuat.
Selain itu, perkembangan geopolitik turut menjadi perhatian pasar setelah AS menolak proposal Iran.
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan berada dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Arsip - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). (Antara)