Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa perputaran uang selama Lebaran tahun ini tetap stabil meskipun jumlah pemudik diperkirakan mengalami penurunan.
Usai menghadiri rapat terbatas, Airlangga menjelaskan bahwa berbagai program, termasuk bantuan sosial (bansos), telah berjalan dan berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat.
"Perputaran uang tidak menurun karena banyak program dan juga bansosnya sudah jalan," ujar Airlangga, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 26 Maret 2025.
Baca Juga: Airlangga Ungkap KEK Batang Sudah Buka 7.008 Lapangan Kerja
Menanggapi prediksi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang memperkirakan perputaran uang selama Lebaran 1446 H/2025 mengalami penurunan 10 persen menjadi Rp137 triliun, Airlangga memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh dan menyatakan bahwa pemerintah akan memantau perkembangan ke depan.
"Ya, nanti kita lihat," katanya.
Menurutnya, Kemenko Perekonomian juga telah melakukan analisis terkait transaksi ekonomi selama Lebaran. Namun, ia menekankan bahwa kondisi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh momen Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg).
"Lebaran tahun sebelumnya ada Pilpres dan Pileg, jadi berbeda," katanya.
Ketika ditanya apakah perputaran uang tahun ini bersifat moderat atau mengalami penurunan, Airlangga menegaskan bahwa situasinya tetap berada dalam kategori moderat.
Baca Juga: Bertemu Prabowo, Menko Airlangga Laporkan Kawasan Ekonomi Khusus
Sementara itu, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik tahun ini hanya mencapai 146,48 juta orang, turun 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 193,6 juta.
Perkiraan ini berasal dari survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan bersama akademisi, yang memproyeksikan jumlah pemudik Lebaran 2025 berada di angka 146,48 juta orang. Survei tersebut dilakukan pada pertengahan Februari 2025 untuk mendapatkan data proyeksi pemudik.