Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kepercayaan investor internasional, khususnya dari Jepang, terhadap Indonesia tetap besar meski dunia tengah dilanda dinamika geopolitik dan geoekonomi.
Pernyataan ini disampaikan usai Rosan mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Jepang, Senin.
Dalam forum tersebut, diumumkan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antara pelaku usaha kedua negara dengan nilai total mencapai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp401,71 triliun.
"Kita juga melihat terlepas dari ada geopolitik, geoekonomi yang sedang berada di dunia ini, kepercayaan internasional, terutama Jepang, itu tetap besar dan mereka komit untuk menjalankan investasi yang ada di Indonesia ke depannya," kata Rosan.
Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO Danantara Indonesia, menekankan bahwa penandatanganan 10 MoU tersebut menunjukkan kepercayaan pemerintah Jepang maupun pelaku usaha negeri Sakura. Sebagian besar proyek itu terkait sektor energi dan sumber daya mineral, terutama melibatkan PT Pertamina (Persero), dengan nilai sekitar 20,9 miliar dolar AS atau Rp355 triliun.
Selain itu, turut ditandatangani MoU tentang Mandiri Aviation Leasing Fund antara Danantara dan Mandiri Investment Management serta SMBC Aviation Capital, senilai 800 juta dolar AS atau sekitar Rp13 triliun.
Baca Juga: Menteri Rosan: Kepercayaan Jepang ke Indonesia Tetap Kuat di Tengah Geopolitik Global
Kemudian, terdapat MoU antara SMBC Indonesia dan Pegadaian yang bertujuan berkontribusi pada ekosistem emas Indonesia, serta inklusi keuangan antara PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia, senilai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp5 triliun.
Rosan juga menyinggung MoU mengenai Indonesia-Japan Strategic Beauty Partnership antara PT Nose Herbal Indo dan 2Way World.
"Jadi, kalau kita lihat dari total ini semua, membuktikan karena memang kalau kita lihat Jepang ini selalu dalam among top five, selalu dalam lima besar negara yang masuk ke Indonesia, dan investasi ini kita harapkan juga terus berkembang, terus berjalan dan memang mereka untuk energi baru terbarukan ini appetite-nya memang sangat-sangat besar," ujar Rosan Roeslani.
(Sumber: Antara)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (kiri), Seskab Teddy Indra Wijaya (tengah) dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada media usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026) ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Persiden (Antara)