Ntvnews.id, Jakarta - Nusantara Sustainability Trend Forum (NATURE) 2026 menghadirkan rangkaian diskusi strategis yang membahas transformasi ekonomi hijau Indonesia dari berbagai perspektif kebijakan, investasi, hingga pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Forum yang digelar di Nusantara Ballroom, NT Tower, Jakarta, pada Kamis, 12 Februari 2026 ini menempatkan tema diskusi sebagai inti dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi berkelanjutan nasional.
Mengusung tema besar “Menjaga Alam, Menggerakkan Ekonomi: Arah Baru Pembangunan Berkelanjutan Indonesia”, NATURE 2026 dirancang untuk mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor dalam dialog strategis yang konkret dan aplikatif.
Sesi diskusi pertama mengangkat tema “Green Investment & Energi Baru Terbarukan: Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional”. Diskusi ini menyoroti peran investasi hijau dan pengembangan energi baru terbarukan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.
Sesi ini menghadirkan Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Susiwijono Moegiarso, Guru Besar Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah, serta Sekretaris Jenderal Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Paul Butarbutar. Para narasumber membahas peluang investasi, kesiapan regulasi, serta peran kawasan ekonomi khusus dan sektor energi terbarukan dalam mendukung agenda ekonomi hijau Indonesia.
Baca Juga: Nusantara TV Siap Gelar NATURE 2026, Dihadiri Menteri Prabowo hingga Hashim Djojohadikusumo
Sesi diskusi kedua mengangkat tema “Mengubah Alam Menjadi Nilai Ekonomi Berkelanjutan”. Diskusi ini menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara inovatif agar mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Sesi ini menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Co-founder dan CEO PLUM Project Rio Christiawan, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Para pembicara membahas peran riset dan inovasi, model bisnis berbasis keberlanjutan, serta keterkaitan antara ketahanan pangan, gizi, dan pengelolaan sumber daya alam dalam kerangka ekonomi berkelanjutan.
Selain dua sesi diskusi utama, NATURE 2026 juga menghadirkan keynote speech dari Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang memberikan gambaran strategis mengenai arah kebijakan nasional dalam isu iklim, energi, dan transformasi ekonomi hijau.
Forum ini ditutup dengan closing remarks dari Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara dengan tema “Pembiayaan Hijau Sebagai Oksigen Ekonomi Berkelanjutan”. Dalam sesi penutup ini, pembiayaan hijau ditegaskan sebagai elemen kunci dalam memastikan keberlanjutan transformasi ekonomi, sekaligus mendukung daya saing Indonesia di tingkat global.
Melalui rangkaian tema diskusi yang komprehensif, NATURE 2026 diharapkan menjadi ruang dialog strategis untuk merumuskan gagasan, rekomendasi kebijakan, serta langkah konkret dalam memperkuat komitmen nasional menuju pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan dan inklusif.
Nature 2026. (Nusantara TV)