Curhat ke Prabowo, Bocah Nias yang Sempat Viral Minta Jembatan, Tagih MBG dan Bermimpi Jadi Dokter

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 20:14
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) hasil olahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda Ulu Jawa, Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat Ilustrasi - Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) hasil olahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda Ulu Jawa, Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Yemisa Zebua, siswa asal Nias yang sempat viral di media sosial karena meminta pembangunan jembatan kepada Presiden Prabowo Subianto, kembali mendapat perhatian saat berdialog langsung dengan Presiden. Dalam dialog daring tersebut, Yemisa menyampaikan sejumlah harapannya, mulai dari cita-citanya menjadi dokter hingga sekolahnya yang menagih program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolahnya.

Dalam dialog tersebut, Yemisa terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas pembangunan jembatan yang kini memudahkan para siswa menuju sekolah.

“Terima kasih atas bantuan Bapak Presiden, sekarang kami tidak membuka sepatu lagi kalau berangkat ke sekolah,” ujar Yemisa dalam dialog bersama Presiden,Senin 9 Maret 2026.

Sebelumnya, para siswa di wilayah tersebut harus menyeberangi sungai dengan kondisi yang cukup berisiko untuk menuju sekolah.

Baca Juga: Budiman Sudjatmiko: Program MBG Jadi Gerakan Ekonomi Sirkular Rakyat

Mereka bahkan harus melepas sepatu agar tidak basah saat menyeberangi sungai.

Presiden Prabowo kemudian menanyakan tentang pendidikan Yemisa.

Ia diketahui berusia 17 tahun dan saat ini duduk di kelas 12.

Saat ditanya tentang rencana masa depannya, Yemisa mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan bercita-cita menjadi dokter. Namun kondisi ekonomi keluarga menjadi kendala baginya.

“Orang tua saya tidak mampu,” kata Yemisa.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyatakan akan membuka peluang bagi Yemisa untuk mengikuti tes sebagai bagian dari upaya membantu pendidikan.

“Kedokteran? Ya sudah nanti kamu di tes,” ujar Presiden.

Tidak hanya menyampaikan keinginannya sendiri, Yemisa juga memperjuangkan teman-temannya yang ingin melanjutkan pendidikan.

Ia menyebut ada tiga temannya yang memiliki harapan yang sama.

Presiden kemudian meminta jajaran TNI setempat untuk mencatat nama-nama para siswa tersebut.

“Danrem coba dicatat namanya, karena dia punya keberanian dan leadership langsung lapor ke saya,” kata Prabowo.

Dalam dialog tersebut, Yemisa juga menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum menjangkau sekolahnya, sementara banyak siswa berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Belum sampai di sekolah kami Pak. Orang tua kami tidak mampu membiayai makan kami,” ujarnya.

Baca Juga: Momen Siswa Batu Brak Lampung saat Perdana Menerima MBG: Another Level of Love

Ketika Presiden menyinggung adanya anggapan bahwa program MBG tidak diperlukan, Yemisa langsung menanggapi.

“Siapa bilang? Bohong itu Pak,” kata Yemisa.

Selain itu, Yemisa juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membantu memperbaiki jalan menuju sekolah serta mendukung pembangunan fasilitas di SMK Boronadu, termasuk lapangan sekolah. 

Menutup dialog tersebut, Presiden Prabowo berpesan kepada Yemisa dan teman-temannya agar terus belajar dengan sungguh-sungguh.

“Belajar yang benar ya,” pesan Presiden.

x|close