A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Dorong Kesetaraan Media Sosial dan Pers, Preskom NT Corp Nurdin Tampubolon Usul Forum Diskusi Rutin - Ntvnews.id

Dorong Kesetaraan Media Sosial dan Pers, Preskom NT Corp Nurdin Tampubolon Usul Forum Diskusi Rutin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 16:23
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon (NTVNews.id: Dedi)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon, mendorong terciptanya kesetaraan antara media sosial dan media pers dalam hal regulasi dan beban operasional. Hal itu disampaikannya dalam forum diskusi Nusantara Media Fest 2026 yang digelar di Novotel Borobudur Meeting Room, Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Nurdin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri media untuk menciptakan ekosistem informasi yang adil. Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran Kepala Staf Kepresidenan, Kudari, yang dinilai memberikan masukan konstruktif terkait isu tersebut.

Menurut Nurdin, salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah membentuk tim diskusi bersama yang melibatkan berbagai pihak. Forum tersebut diusulkan dapat berlangsung secara rutin, baik melalui pertemuan langsung maupun virtual, guna membahas isu strategis seperti keadilan dalam sistem perpajakan media.

“Kalau perlu dibuat satu tim, kemudian kita lakukan diskusi berkala, misalnya dua minggu sekali, untuk membahas fairness daripada tax,” ujarnya.

Baca Juga: KSP Dorong Media Sosial Harus Punya Identitas agar Tak Jadi Ruang Bebas Tanpa Tanggung Jawab

Ia menilai saat ini terdapat ketimpangan signifikan antara media sosial dan media pers, terutama dari sisi biaya operasional. Platform media sosial dinilai memiliki beban yang jauh lebih ringan dibandingkan media konvensional, sehingga menciptakan disparitas dalam persaingan industri.

“Equality antara media sosial dengan media pers itu harus dipertimbangkan. Kemudahan media sosial dibanding media pers, dari sisi cost sangat timpang,” jelasnya.

Nurdin menegaskan bahwa masukan dari pihak pemerintah, khususnya Kepala Staf Kepresidenan, menjadi dasar penting untuk tindak lanjut ke depan. Ia optimistis, melalui dialog terbuka yang melibatkan semua pemangku kepentingan, solusi yang adil dapat dicapai.

Lebih lanjut, ia berharap tercipta sinergi antara media sosial dan media pers tanpa adanya kesenjangan yang merugikan salah satu pihak. Dengan demikian, distribusi informasi kepada publik dapat berjalan lebih optimal dan berkualitas.

“Ke depan, media sosial dan media pers harus bisa berjalan beriringan secara sinergis tanpa ketimpangan. Disparitas ini yang perlu kita perbaiki bersama,” tutupnya.

x|close