Ntvnews.id, Jakarta - UNESCO resmi mengumumkan penambahan 12 kawasan baru ke dalam daftar UNESCO Global Geopark untuk tahun 2026. Penetapan tersebut membuat total situs geopark dunia kini mencapai 241 lokasi yang tersebar di berbagai negara.
Bagi para pencinta wisata alam dan petualangan, kawasan geopark menjadi destinasi menarik karena menawarkan bentang alam unik, lingkungan yang masih terjaga, hingga kekayaan budaya masyarakat lokal. Wilayah-wilayah ini umumnya berada jauh dari kawasan perkotaan, mulai dari pegunungan, kawasan karst, hingga hutan dan daerah pedalaman.
Mengutip Time Out, UNESCO memilih 12 kawasan baru tersebut karena dinilai berhasil memadukan aspek konservasi alam dan edukasi lingkungan. Selain menjaga kelestarian ekosistem, geopark juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran mengenai lingkungan hidup.
Tak hanya itu, status UNESCO Global Geopark juga dianggap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kehadiran geopark turut membantu masyarakat adat mempertahankan budaya serta mempromosikan keterampilan tradisional mereka.
Baca Juga: 3 Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO
Salah satu kawasan yang mencuri perhatian adalah Joyce Country and Western Lakes di Irlandia. Kawasan ini terbentuk dari proses pembentukan pegunungan besar sekitar 450 juta tahun lalu dalam peristiwa geologi yang dikenal sebagai Grampian-Taconic Orogeny.
Secara budaya, wilayah tersebut juga dikenal sebagai kawasan Gaeltacht, yakni daerah yang masih menjadikan bahasa Irlandia sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, sejumlah istilah ilmiah internasional disebut berasal dari bahasa Irlandia, termasuk kata 'drumlin' yang diambil dari kata 'droimainn'.
Di kawasan Asia, dua wilayah baru yang masuk daftar UNESCO Global Geopark adalah Sarawak Delta di Malaysia yang terkenal dengan ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayatinya, serta Miné-Akiyoshidai Karst Plateau di Jepang dengan panorama batu kapur yang khas.
Geopark Ciletuh (Ntvnews)
Meski demikian, Indonesia belum memiliki tambahan geopark baru dalam daftar tahun ini. Kendati begitu, tiga geopark Indonesia yakni Rinjani-Lombok, Kaldera Toba, dan Ciletuh-Palabuhanratu berhasil mempertahankan status green card dari UNESCO.
Berikut daftar 12 UNESCO Global Geopark baru tahun 2026:
-
Changshan UNESCO Global Geopark, China
-
Mt. Siguniang UNESCO Global Geopark, China
-
Terres d'Hérault UNESCO Global Geopark, Prancis
-
Nisyros UNESCO Global Geopark, Yunani
-
Joyce Country and Western Lakes Global Geopark, Irlandia
-
Miné-Akiyoshidai Karst Plateau UNESCO Global Geopark, Jepang
-
Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia
-
Sarawak Delta UNESCO Global Geopark, Malaysia
-
Algarvensis UNESCO Global Geopark, Portugal
-
Toratau UNESCO Global Geopark, Rusia
-
Dahar UNESCO Global Geopark, Tunisia
-
Manantiales Serranos UNESCO Global Geopark, Uruguay.
Ilustrasi Geopark Gunungsewu (Istimewa)