James Cameron Digugat Terkait Dugaan Penggunaan Wajah Aktris Pribumi di “Avatar”

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 08:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Aktris Q'orianka Kilcher. (ANTARA/instagram/qorianka) Aktris Q'orianka Kilcher. (ANTARA/instagram/qorianka) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sutradara James Cameron dan The Walt Disney  dikabarkan menghadapi gugatan hukum atas dugaan penggunaan rupa wajah seorang aktris pribumi tanpa izin sebagai dasar karakter Neytiri dalam film Avatar.

Dilaporkan Variety pada Rabu, 06 Mei 2026, aktris Q’orianka Kilcher menuding Cameron mengambil fitur wajahnya dari sebuah foto yang dipublikasikan saat dirinya berusia 14 tahun dan tampil sebagai Pocahontas dalam film The New World.

Foto tersebut diduga digunakan tim desain sebagai dasar pembentukan karakter Neytiri di film “Avatar”.

“Penggugat tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan rupanya, baik dalam Avatar maupun produk dan promosi terkait,” bunyi dokumen gugatan tersebut.

Dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Central District of California, disebutkan bahwa rupa Kilcher direplikasi ke dalam sketsa produksi, dibentuk menjadi model tiga dimensi, dipindai laser menjadi model digital resolusi tinggi, hingga didistribusikan ke vendor efek visual guna membangun citra karakter Neytiri.

Wajah tersebut kemudian disebut muncul dalam film, poster, merchandise, sekuel, hingga penayangan ulang tanpa persetujuan maupun sepengetahuan Kilcher.

Baca Juga: Zoe Saldana Jadi Aktor Berpendapatan Tertinggi Sepanjang Masa Berkat Avatar 3

“Apa yang dilakukan Cameron bukanlah inspirasi, melainkan ekstraksi. Ia mengambil fitur biometrik unik wajah seorang gadis pribumi berusia 14 tahun, memprosesnya melalui sistem produksi industri, dan menghasilkan keuntungan miliaran dolar tanpa pernah meminta izin. Itu bukan pembuatan film. Itu pencurian,” kata Arnold P. Peter dari Peter Law Group selaku kuasa hukum utama Kilcher.

Gugatan itu juga mengungkap bahwa Kilcher dan Cameron pertama kali bertemu secara singkat di sebuah acara amal beberapa bulan setelah perilisan “Avatar” pada 2009.

Saat itu, Cameron disebut mengundang Kilcher untuk datang ke kantornya.

Sekitar satu minggu kemudian, ketika Kilcher mendatangi kantor tersebut, Cameron tidak berada di lokasi dan salah satu staf memberikan cetakan sketsa berbingkai yang dibuat Cameron.

Pada sketsa tersebut terdapat tulisan tangan yang berbunyi:

“Kecantikanmu menjadi inspirasi awal saya untuk Neytiri. Sayang sekali kamu sedang syuting film lain. Lain kali”.

“Saya tidak pernah membayangkan seseorang yang saya percaya akan secara sistematis menggunakan wajah saya sebagai bagian dari proses desain rumit dan memasukkannya ke jalur produksi tanpa pengetahuan maupun persetujuan saya. Itu sudah melewati batas besar. Tindakan ini sangat salah,” ujar Kilcher.

Menurut dokumen gugatan, Kilcher baru mengetahui dugaan penggunaan wajahnya itu pada akhir tahun lalu setelah wawancara video Cameron beredar di media sosial.

Dalam wawancara tersebut, Cameron berdiri di depan sketsa Neytiri dan menyebut nama Kilcher secara langsung.

“Sumber asli untuk ini adalah sebuah foto di L.A. Times, seorang aktris muda bernama Q’orianka Kilcher. Ini sebenarnya dirinya… bagian bawah wajahnya. Dia punya wajah yang sangat menarik”.

Baca Juga:Ending Avatar: Fire and Ash, Apakah Varang Bakal Kembali di Avatar 4?

Selain dugaan penggunaan rupa tanpa izin, gugatan itu juga menuding para tergugat melanggar undang-undang pornografi deepfake terbaru yang berlaku di California.

“Sangat mengganggu mengetahui bahwa wajah saya saat berusia 14 tahun diambil dan digunakan tanpa pengetahuan maupun persetujuan saya untuk membantu menciptakan aset komersial yang menghasilkan nilai sangat besar bagi Disney dan Cameron,” kata Kilcher.

Film pertama “Avatar” sendiri diketahui meraih pendapatan lebih dari 2,92 miliar dolar AS di seluruh dunia dan menjadikan waralaba tersebut sebagai salah satu seri film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.

(Sumber: Antara)

x|close