A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menpar Periksa Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat - Ntvnews.id

Menpar Periksa Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 09:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark Raja Ampat di Geosite Piaynemo, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata) Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark Raja Ampat di Geosite Piaynemo, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark untuk kawasan Raja Ampat, termasuk penguatan tata kelola destinasi wisata kelas dunia.

“Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Saat mengunjungi Piaynemo pada Selasa, 12 Mei 2026, Widiyanti menegaskan bahwa status UNESCO Global Geopark bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan komitmen jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan kawasan.

Raja Ampat dijadwalkan menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada Agustus 2026. Penilaian tersebut akan menentukan keberlanjutan status UNESCO Global Geopark yang saat ini disandang Raja Ampat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Widiyanti juga meninjau Desa Wisata Arborek yang pernah meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Baca juga: 3 Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO

Menurut dia, Desa Arborek menjadi contoh keberhasilan pengembangan ekowisata yang mampu menggabungkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan pelestarian budaya serta ekosistem laut.

“Desa Arborek adalah bukti nyata bahwa ekowisata bukan hanya konsep di atas kertas. Di sini kita melihat bagaimana masyarakat mampu berdaya secara ekonomi tanpa mengabaikan warisan leluhur dan kelestarian laut. Keberhasilan Arborek harus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia,” katanya.

Menutup rangkaian kunjungannya di Pulau Kri, Distrik Meos Mansar, Widiyanti turut meninjau program konservasi hiu di Sorido Bay Resort.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan nama “Putri” kepada salah satu telur hiu zebra yang sedang berada dalam masa inkubasi dan diperkirakan segera menetas.

Baca Juga: UNESCO Tetapkan 12 Global Geopark Baru 2026, Ada dari Indonesia?

Pemberian nama tersebut menjadi simbol harapan terhadap keberlanjutan ekosistem laut di Raja Ampat sekaligus memperkuat pesan pentingnya konservasi laut bagi generasi mendatang.

Widiyanti juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan Raja Ampat sebagai destinasi wisata unggulan dunia.

“Tugas kita bersama untuk Raja Ampat adalah memastikan keindahan ini tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi hari ini maupun masa depan,” katanya.

(Sumber: Antara)

x|close