Ntvnews.id, Seoul - Korea Selatan kini semakin populer sebagai destinasi liburan bagi wisatawan dari berbagai negara. Menariknya, perjalanan ke Negeri Ginseng tidak hanya dimanfaatkan untuk menikmati tempat wisata, tetapi juga untuk mendapatkan layanan medis, khususnya perawatan kulit.
BC Card, salah satu perusahaan pembayaran terbesar di Korea Selatan, mengungkap pola pengeluaran wisatawan asing selama berada di negara tersebut. Berdasarkan analisis perusahaan, layanan medis serta aktivitas yang berkaitan dengan pengalaman budaya menjadi sejumlah sektor yang paling banyak dipilih wisatawan.
Dilansir dari Korea JoongAng Daily, Senin, 10 Agustus 2026, transaksi menggunakan kartu kredit yang diterbitkan di luar Korea Selatan selama enam bulan pertama tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Nilai pengeluarannya naik 53,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara volume transaksi bertambah 40,3 persen.
Analisis BC Card tersebut dilakukan berdasarkan aktivitas pembelian yang menggunakan sekitar 3,3 juta kartu kredit asing di Korea Selatan. Jika dilihat berdasarkan sektor, pertumbuhan transaksi tertinggi terjadi pada bidang pengalaman dan rekreasi, yakni mencapai 121,7 persen.
Setelah sektor tersebut, layanan medis menjadi bidang dengan pertumbuhan transaksi terbesar berikutnya, yaitu sebesar 75,3 persen.
Kenaikan pengeluaran wisatawan juga tercatat pada berbagai sektor lainnya. Pengeluaran untuk makanan dan minuman meningkat 58,1 persen, transportasi bertambah 56,5 persen, akomodasi naik 36,1 persen, sedangkan belanja meningkat 31,4 persen.
Di antara berbagai layanan tersebut, sektor medis mencatat pertumbuhan nilai pengeluaran paling tinggi, yakni melonjak 98 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kategori ini, klinik dermatologi bahkan berhasil mengungguli klinik bedah plastik dalam hal popularitas di kalangan wisatawan asing.
Perawatan kulit menyumbang 67,5 persen dari total pengeluaran layanan medis pada semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tiga tahun sebelumnya yang hanya mencapai 32,6 persen.
Sebaliknya, porsi pengeluaran untuk operasi plastik justru mengalami penurunan. Kontribusinya turun dari 46,2 persen menjadi 21,3 persen dalam periode yang sama.
"Perjalanan ke Korea tidak lagi hanya berpusat pada wisata. Lebih banyak pengunjung menggabungkan perjalanan mereka dengan layanan kecantikan Korea dan pengalaman budaya," kata Oh Seong-su, seorang eksekutif di BC Card.
Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem di Korea Selatan Tewaskan 16 Orang
Tren tersebut juga mulai terlihat di kalangan wisatawan asal Indonesia. Sebagian turis Indonesia kini memasukkan agenda perawatan kecantikan ke dalam rencana perjalanan mereka ketika berlibur ke Korea Selatan. Pilihan treatment yang diminati antara lain perawatan laser dan skin booster.
Salah satu prosedur yang banyak ditawarkan adalah Pico Laser. Perawatan tersebut digunakan untuk membantu membuat kulit tampak lebih cerah sekaligus menangani sejumlah masalah pigmentasi.
Meski demikian, wisatawan dengan karakteristik kulit sawo matang perlu memperhatikan jenis perawatan laser yang dipilih. Tidak semua protokol laser dapat diterapkan dengan cara yang sama pada setiap jenis kulit.
Pemilihan jenis laser serta pengaturan energi harus disesuaikan dengan karakteristik kulit pasien. Penyesuaian tersebut penting untuk membantu mengurangi kemungkinan munculnya hiperpigmentasi pascainflamasi atau post-inflammatory hyperpigmentation (PIH).
Pengaturan intensitas yang tepat dapat membantu mendapatkan hasil kulit yang lebih cerah sekaligus menekan risiko efek samping. Sebaliknya, penggunaan parameter yang tidak sesuai dapat membuat hasil perawatan kurang maksimal dan bahkan berpotensi memperburuk hiperpigmentasi yang sebelumnya sudah ada.
Ilustrasi. Bendera Korea Selatan (Korsel). (Foto: Istimewa)
Dari sisi biaya, perawatan Pico Laser untuk membantu menangani flek dan bekas jerawat berupa post-inflammatory hyperpigmentation di VandS Clinic Korea disebut berada di kisaran Rp650 ribu hingga Rp1,3 juta untuk setiap sesi.
Sebagai perbandingan, prosedur serupa di sejumlah klinik di Jakarta dapat dikenakan biaya sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per sesi.
Kemudahan komunikasi juga menjadi salah satu pertimbangan bagi wisatawan Indonesia yang ingin menjalani perawatan di Korea Selatan. VandS Clinic cabang Myeongdong 2 menyediakan penerjemah bahasa Indonesia setiap hari.
Sementara itu, cabang Gangnam Central menyediakan penerjemah bahasa Indonesia pada hari-hari tertentu. Kehadiran penerjemah dapat membantu wisatawan berkomunikasi lebih mudah dengan dokter sehingga konsultasi dan proses perawatan dapat berlangsung lebih nyaman.
Baca Juga: Korea Selatan Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas
Sebelum melakukan treatment, wisatawan juga disarankan menyampaikan informasi kesehatan secara lengkap dan akurat kepada dokter. Riwayat alergi, kondisi sensitivitas kulit, hingga obat-obatan yang sedang dikonsumsi perlu diinformasikan untuk membantu mengurangi risiko klinis selama prosedur.
Wisatawan yang ingin menjalani perawatan sekaligus tetap mengikuti agenda liburan juga dapat menyesuaikan waktu kunjungan dengan jam operasional klinik kecantikan di Korea Selatan. Umumnya, klinik buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 waktu setempat.
Sementara pada akhir pekan, jam operasional klinik biasanya berlangsung hingga pukul 18.00 waktu setempat. Dengan demikian, wisatawan tetap dapat mengatur jadwal perawatan tanpa harus mengorbankan seluruh agenda wisata selama berada di Korea Selatan.
Korea Selatan. (Pixabay)