A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

WHO Peringatkan Wabah Penyakit Menular Kian Sering Terjadi - Ntvnews.id

WHO Peringatkan Wabah Penyakit Menular Kian Sering Terjadi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 15:10
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa. Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Dewan Pemantauan Kesiapsiagaan Global atau Global Preparedness Monitoring Board (GPMB) yang dibentuk oleh World Health Organization dan World Bank menyatakan bahwa wabah penyakit menular di berbagai negara kini semakin sering terjadi dan menimbulkan dampak yang lebih besar dibanding sebelumnya.

Dalam laporan terbaru mengenai ketahanan menghadapi pandemi yang dirilis pada Senin, 18 Mei 2026, GPMB menegaskan bahwa dunia saat ini belum sepenuhnya aman dari ancaman pandemi global.

"Seiring meningkatnya frekuensi wabah penyakit menular, dampaknya juga semakin luas, meliputi kesehatan, ekonomi, politik dan sosial, serta kapasitas pemulihan yang semakin terbatas," sebut laporan itu.

Baca Juga: Infografik: Waspada Penyebaran Varian COVID Cicada

Dewan yang dibentuk setelah wabah Ebola Afrika Barat pada periode 2013 hingga 2016 tersebut memperingatkan bahwa investasi selama satu dekade terakhir belum mampu mengimbangi peningkatan risiko pandemi di dunia.

"Setelah lonjakan pendanaan respons COVID-19, bantuan pembangunan untuk kesehatan kembali ke level 2009 dan menurun sebagai bagian dari keseluruhan bantuan pembangunan," kata laporan tersebut.

GPMB yang masa tugasnya dijadwalkan berakhir pada 2026 juga menyerukan pembentukan mekanisme pemantauan independen permanen guna menilai dan mengawasi potensi risiko pandemi di masa mendatang.

Baca Juga: Ahli Sebut COVID-19 Kini Tak Lagi Jadi Ancaman Serius

Selain itu, laporan tersebut menyoroti pentingnya akses yang setara terhadap vaksin, alat tes, serta pengobatan yang dapat menyelamatkan nyawa melalui kesepakatan pandemi global antarnegara.

Sementara itu, pada Minggu, 18 Mei 2026, WHO menyatakan status darurat kesehatan publik setelah muncul lebih dari 250 kasus suspek dan sekitar 80 kematian yang diduga berkaitan dengan wabah Ebola di Kongo.

Wabah tersebut diketahui disebabkan oleh virus Ebola galur Bundibugyo, yang berbeda dengan galur Zaire yang sebelumnya memicu wabah besar di Afrika Barat sekitar satu dekade lalu.

(Sumber: Antara)

x|close