Ntvnews.id, Jakarta - Yayasan Islam Al-Hamidiyah sukses menggelar Al-Hamidiyah Innovation Showcase (AIS) 2026 untuk pertama kalinya sebagai ajang inovasi dan kreativitas siswa dan santri Al-Hamidiyah. AIS 2026 merupakan transformasi dari STEAMMI Expo yang kini hadir dengan identitas baru dan konsep yang lebih kolaboratif.
AIS 2026 melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB-TK, SDIT, SMPI, hingga Pesantren MTs dan MA Al-Hamidiyah. Melalui kegiatan ini, siswa dan santri menampilkan karya terbaik, proyek inovasi, kreativitas seni, serta berbagai aktivitas edukatif berbasis pendekatan STEAMMI (Science, Technology, Engineering, Arts, Math, Montessori, and Islamic).
Rangkaian AIS 2026 telah berlangsung pada 19–21 dan 23 Mei 2026 dengan menghadirkan student performance, science experiments, STEAMMI project showcase & presentations, serta berbagai kegiatan inspiratif dan interaktif di setiap jenjang pendidikan.
Kegiatan AIS hari pertama diselenggarakan di jenjang KB-TK pada 19 Mei 2026, siswa-siswi KB-TK menampilkan project mini volcano experiment, underwater fireworks, Density experiment, Floating Colorful straws dan berbagai karya seni kreatif lainnya.
Sedangkan pada hari kedua, AIS diselenggarakan pada 20 Mei 2026 untuk jenjang SDIT. Siswa SDIT menghadirkan berbagai project inovatif seperti degradable plastic, Eco-brick furniture for our future, Rollercoaster Challenge, Rain detector, Hidroponik dengan media hidrogel, dan karya berbasis lingkungan lainnya.
Sementara itu di hari ketiga, AIS SMPI yang diselenggarakan pada 21 Mei 2026 menghadirkan berbagai project unggulan siswa SMPI meliputi water-powered car, miniatur solar system, dan inovasi berbasis teknologi lainnya.
Rangkaian AIS 2026 ditutup dari jenjang pendidikan Pesantren MTs dan MA yang diselenggarakan pada 23 Mei 2026 melalui berbagai kegiatan inspiratif, seperti art gallery, bazaar kuliner, kultur jaringan Plant Biotech Al-Hamidiyah, serta project showcase. Dalam kesempatan tersebut, para santri menampilkan berbagai karya unggulan, mulai dari smart farming berbasis IoT, robot soccer, hingga beragam produk kreatif dan edukatif lainnya.
Bapak Syahru Zein selaku Ketua Panitia AIS 2026 menyampaikan harapannya, agar kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menguatkan budaya inovasi di lingkungan Al-Hamidiyah. “Semoga AIS 2026 menjadi langkah awal yang menguatkan budaya inovasi di Al-Hamidiyah. Melalui karya, eksperimen, dan kolaborasi, siswa serta santri diharapkan terus berani mengeksplorasi potensi, mencintai ilmu, peduli lingkungan, dan menghadirkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, serta masa depan Indonesia yang lebih baik secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui AIS 2026, Al-Hamidiyah Depok berharap kegiatan ini dapat menghadirkan ruang apresiasi dan eksplorasi bagi peserta didik untuk terus berkembang menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan kolaboratif.
Yayasan Islam Al-Hamidiyah sukses menggelar Al-Hamidiyah Innovation Showcase (AIS) 2026 untuk pertama kalinya sebagai ajang inovasi dan kreativitas siswa dan santri Al-Hamidiyah. AIS 2026 merupakan transformasi dari STEAMMI Expo yang kini hadir dengan identitas baru dan konsep yang lebih kolaboratif. (DOK)