Ntvnews.id, Jakarta - Pihak Sarwendah akhirnya memberikan jawaban tegas terkait isu miring mengenai dugaan eksploitasi anak yang belakangan ini santer beredar di media sosial. Melalui kuasa hukumnya, mantan personel Cherrybelle ini membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya memanfaatkan anak-anak demi konten atau keuntungan komersial dalam aktivitas keseharian.
Chris Sam Siwu, selaku kuasa hukum Sarwendah, menekankan bahwa narasi negatif tersebut sama sekali tidak berdasarkan fakta. Menurutnya, segala tuduhan tentang pengeksploitasian anak dalam lingkungan keluarga kliennya adalah hal yang tidak pernah terjadi di lapangan.
"Apa yang disampaikan bahwa eksploitasi anak itu saya tegaskan bahwa itu tidak terjadi. Tapi saya tidak mau berdebat alasannya ABC, tapi itu tidak terjadi. Dengan segala macam informasi yang sudah kami sampaikan," ujar Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Sarwendah, 16 Juli 2026.
Selama ini, Sarwendah cenderung irit bicara mengenai berbagai tudingan liar yang berkembang. Hal ini sempat menimbulkan spekulasi di kalangan netizen. Namun, tim kuasa hukum lainnya, Mark Adrianus Ambarita, menjelaskan bahwa sikap diam tersebut bukan berarti membenarkan kabar burung yang beredar.
Ruben Onsu Akui Sering Dihina Sarwendah dengan Sebutan 'Cong' Saat Masih Menikah
Menurut Mark, Sarwendah memilih untuk tidak bereaksi berlebihan demi melindungi kesehatan mental dan kondisi psikologis buah hatinya.
"Jadi kami mohon hoax-hoax yang sudah terlalu banyak ini dihentikan. Kami diam bukan apa-apa, karena memang Bu Wendah menjaga psikologi anak-anak, ya. Kami mohon sekali kepada teman-teman, ini kan sudah masuk ke ranah persidangan, kita hormati prosesnya," tegas Mark Adrianus Ambarita.
Pihak Sarwendah juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak luar agar tidak melakukan penggiringan opini publik yang dapat memperkeruh situasi. Mereka meminta publik untuk bersikap bijak dan menunggu hasil persidangan yang sah, alih-alih menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya.
Chris Sam Siwu mengingatkan bahwa dalam perselisihan atau isu seperti ini, anak-anaklah yang paling rentan menjadi korban dari opini negatif masyarakat.
"Jangan coba menggiring opini ataupun memberitakan kabar-kabar yang tidak sesuai dengan fakta. Karena kenapa? Di sini yang menjadi korban adalah anak-anak. Kalau memang mau menyampaikan bahwa A yang benar atau B yang benar, ya silakan sampaikan di proses persidangan ataupun di mediasi," tutup Chris.
Baca Juga:Sarwendah Balik Adukan Ruben Onsu ke KPAI Soal Pengasuhan dan Nafkah Anak
Sarwendah (NTVNews)