Lewat Layar Digi, Sineas Tanah Air Bisa Bikin Banyak Film

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 15:42
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Kehadiran Layar Digi tidak hanya dimaksudkan sebagai sarana hiburan rakyat, tetapi juga platform strategis lintas sektor. Sineas lokal Indonesia berkesempatan memperoleh panggung distribusi yang lebih luas untuk menampilkan karya, sementara UMKM dan Brand dapat memanfaatkan media visual di layar komunitas sebagai sarana promosi produk. Kehadiran Layar Digi tidak hanya dimaksudkan sebagai sarana hiburan rakyat, tetapi juga platform strategis lintas sektor. Sineas lokal Indonesia berkesempatan memperoleh panggung distribusi yang lebih luas untuk menampilkan karya, sementara UMKM dan Brand dapat memanfaatkan media visual di layar komunitas sebagai sarana promosi produk. (DOK)

Ntvnews.id, Jakarta - Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data menunjukkan hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop, sementara sebagian besar masyarakat, terutama di wilayah luar pusat kota, belum terlayani oleh infrastruktur layar lebar. Menjawab tantangan tersebut, Layar Digi secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan jaringan ritel nasional Alfamart melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk menghadirkan solusi nyata dalam bentuk pengalaman layar lebar yang inklusif dan mudah diakses langsung dari gerai Alfamart.

Melalui kolaborasi ini, ruang-ruang strategis di lantai 2 gerai Alfamart yang memiliki potensi optimal akan dimanfaatkan sebagai titik pemutaran Micro Cinema melalui Layar Digi. Mengusung konsep layar tancap modern berbasis teknologi digital, masyarakat dapat menikmati beragam tayangan mulai dari film, konten edukatif, promosi UMKM, hingga karya kreatif anak bangsa, tanpa harus bergantung pada jaringan bioskop besar maupun layanan streaming berbayar.

“Kolaborasi dengan Alfamart merupakan langkah strategis dalam misi kami membuka akses
hiburan untuk semua. Hiburan tidak boleh eksklusif, melainkan harus bisa dinikmati masyarakat
di manapun mereka berada. Lewat inisiatif ini, kami ingin menjembatani kesenjangan hiburan
sekaligus memperkuat ekosistem kreatif Indonesia,” ujar Victor Timothy, CEO Layar Digi.
Ruang Inklusif di Tengah Kehidupan Sehari-hari

Bagi masyarakat Indonesia, Alfamart telah menjadi bagian dari keseharian, tempat belanja
kebutuhan harian yang akrab dan dekat dengan komunitas. Kini, lewat Layar Digi, gerai Alfamart
juga akan bertransformasi menjadi ruang kebersamaan baru: tempat masyarakat berkumpul,
menonton, berinteraksi, sekaligus mendukung karya kreatif lokal.

“Alfamart sebagai toko komunitas yang hadir di tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
harian, kini semakin dekat dengan keluarga Indonesia dengan menghadirkan alternatif ruang
edukasi, interaksi, dan hiburan melalui kolaborasi bersama Layar Digi. Kehadiran ini menjadikan
gerai Alfamart lebih inklusif dan dapat menjadi ruang baru yang dimanfaatkan oleh seluruh
lapisan masyarakat,” jelas Presiden Direktur Alfamart, Hans Prawira.

Baca Juga: Target 804 SPPG di Jakarta, 475 Sudah Beroperasi: Program MBG Kian Masif

Dampak Sosial, Ekonomi, dan Kreatif

Pada fase awal, gerai Alfamart Agricola di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, akan menjadi
lokasi pertama (showcase) yang menghadirkan layanan hiburan dari Layar Digi. Direncanakan
beroperasi pada Maret 2026, fase ini menjadi langkah awal untuk memperluas penetrasi
alternatif hiburan digital yang ditawarkan Layar Digi di banyak gerai Alfamart.

Ekspansi selanjutnya akan menyasar 50 kota strategis di Indonesia dengan proyeksi menjangkau lebih dari 500.000 penonton langsung pada tahap awal pengembangan. Kehadiran Layar Digi tidak hanya dimaksudkan sebagai sarana hiburan rakyat, tetapi juga platform strategis lintas sektor. Sineas lokal Indonesia berkesempatan memperoleh panggung distribusi yang lebih luas untuk menampilkan karya, sementara UMKM dan Brand dapat memanfaatkan media visual di layar komunitas sebagai sarana promosi produk.

Di sisi lain, komunitas pendidikan dapat menggunakan layar ini sebagai media pembelajaran interaktif yang menarik, dan industri kreatif secara keseluruhan akan terdorong untuk memperluas jangkauan konten mereka ke publik yang lebih beragam, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya menjadikan hiburan sebagai bagian dari infrastruktur sosial. Dengan memanfaatkan ekosistem ritel Alfamart, distribusi konten kini lebih merata, dekat, dan langsung hadir di tengah masyarakat. Perkembangan Layar Digi sendiri dapat diikuti di akun Instagram resminya di @layardigi

Langkah Nyata Diplomasi Budaya dan Ekonomi Kreatif

Kemitraan ini juga mendukung visi besar Layar Digi untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui industri kreatif. Lewat ekosistem yang terbuka dan gotong royong, Layar Digi dan Alfamart menghadirkan model kolaborasi lintas sektor yang bisa menjadi contoh nyata bagaimana swasta dan industri kreatif dapat berperan dalam pembangunan sosial budaya bangsa. “Kolaborasi ini adalah bagian dari perjalanan panjang kami untuk menghadirkan layar rakyat ke masa depan, bukan sekadar tontonan, tetapi jembatan yang mempertemukan cerita, budaya, dan masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan,” tambah Victor Timothy.

Baca Juga: Sebentar Lagi Valentina! Ini Rekomendasi Serial hingga Film Romantis di Bulan Februari

x|close