Harry Styles Ungkap Perasaan Transisi Karir dari Grup ke Solo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Feb 2026, 11:45
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Harry Styles Harry Styles (ig Harry Styles)

Ntvnews.id, Jakarta - Musisi Harry Styles mengungkapkan tentang peralihan masa karirnya dari anggota grup One Direction yang bubar pada 2015 dan menjadi penyanyi solo.

Pelantun lagu “Aperture” itu mengaku ada “banyak ruang untuk bersembunyi” saat berada di dalam grup, merujuk pada rekan bandnya itu, yakni Niall Horan, Zayn Malik, Louis Tomlinson, dan Liam Payne.

“Ada batas seberapa banyak beban yang ada di pundakmu. Beberapa kali pertama tampil di panggung (tanpa One Direction), aku berpikir, ‘Apa yang harus kulakukan dengan tanganku?’,” kata Harry dalam wawancara di The Sunday Times Magazine, sebagaimana dilansir People, Senin.

Setelah One Direction bubar, Harry mengungkapkan merasa “sangat sendiri” meski mendapat perhatian dari publik untuk berkarir solo.

“Aku beruntung orang-orang tertarik dengan apa yang akan kubuat, tapi aku menaruh banyak tekanan pada diriku sendiri, ingin semuanya berjalan dengan benar,” ungkapnya.

Mengenai perilisan album solo pertamanya yang bertajuk Harry Styles pada 2017, Styles menjelaskan bahwa ia ingin mengeksplorasi kreativitasnya, tetapi khawatir mengecewakan orang.

“Dengan album pertama itu, aku mencoba mengeksplorasi musik apa yang ingin kubuat sendiri, tapi saat itu aku merasa banyak orang telah menaruh kepercayaan padaku dan aku tidak ingin mengecewakan mereka,” tutur dia.

Styles juga bercerita tentang mengambil jeda dan keluar dari sorotan setelah tur dunia “Love on Tour” yang berlangsung 22 bulan berakhir pada Juli 2023.

Baca Juga: Kolaborasi Cantika Adella dengan Fendik Adella di Program Musik Soundcore

Itu merupakan jeda signifikan pertama dari karir musiknya dalam lebih dari satu dekade. Menurut dia, pada awalnya ide untuk mengambil waktu istirahat “terasa gila”.

“Aku tidak tahu apakah aku bisa melakukannya. Tapi itu adalah waktu yang tepat untukku, tur selesai pada Juli, dan aku akan berusia 30 tahun pada Februari. Saatnya untuk berhenti sebentar dan memperhatikan bagian lain dalam hidupku,” ujarnya.

Saat itu, dirinya memilih pergi ke Italia, tempat yang menurutnya menjadi “sangat istimewa” sejak menghabiskan waktu di sana selama pandemi. Roma mengajarkan pelajaran “bagaimana cara melambat.”

“Italia menjadi begitu penting bagiku karena aku terbiasa segalanya bergerak begitu cepat dan selalu sibuk, tapi aku ingat pergi ke kafe, duduk, minum kopi, dan berpikir, ‘Aku tidak ingat kapan terakhir kali duduk dan minum kopi, jika aku pernah duduk dan hanya minum kopi,’” katanya tentang gaya hidupnya yang sibuk.

Pemenang tiga kali Grammy itu menggambarkan pengalaman menjauh dari musik selama lebih dari dua tahun sebagai “sangat kuat,” bahwa itu memberinya pemahaman baru tentang dirinya sendiri dan membentuk karya barunya.

“Aku selalu berpikir, atau berharap, bahwa aku adalah orang yang tidak membutuhkan ledakan dopamin yang sering muncul dari pekerjaan ini. Tapi aku belum benar-benar menjauh dari itu, dan sulit untuk menghilangkan keraguan bahwa mungkin jika semuanya hilang, aku akan sangat merindukannya. Itu selalu menjadi ketakutanku,” ungkapnya.

Menurut Harry, menjalani hidup sambil fokus menyukai diri sendiri di luar sorotan publik terasa sangat berarti baginya.

“Tanpa ragu, itu memengaruhi karya yang kubuat sekarang karena berasal dari kebebasan murni,” imbuh dia.

Kini, Styles kembali dan siap untuk tampil lagi melalui pengumuman album keempatnya berjudul “All the Time. Disco, Occasionally” yang akan dirilis pada 6 Maret.

ANTARA

x|close