Hati-Hati Efek Diuretik! Kebiasaan Ngopi Saat Puasa Bisa Picu Dehidrasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 04:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kopi dan teh rempah. ANTARA/Vicki Febrianto/aa. Ilustrasi - Kopi dan teh rempah. ANTARA/Vicki Febrianto/aa. (Nusantara)

Ntvnews.id, Jakarta

– Guru Besar bidang Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi teh maupun kopi selama bulan Ramadhan, terutama karena kandungan kafeinnya yang bersifat diuretik.

Menurut Ali, kafein dapat merangsang ginjal untuk meningkatkan produksi urine sehingga tubuh lebih sering mengeluarkan cairan. Kondisi ini perlu diperhatikan saat menjalankan ibadah puasa yang membatasi asupan cairan dalam waktu lama.

“Yang pertama kopi itu bersifat diuretik sehingga orang yang minum kopi akan lebih banyak mengeluarkan cairan via urine, teh itu juga mengandung kafein tetapi mungkin tidak setinggi kopi sehingga dampaknya terhadap sifat diuretik itu tidak sehebat seseorang minum kopi,” kata Ali, Senin, 23 Februari 2026.

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein Menurut Ahli Gizi!

Ia menjelaskan, konsumsi kopi atau teh selama Ramadhan pada dasarnya tidak serta-merta membahayakan kesehatan. Namun, efek diuretik dari kafein tetap perlu menjadi pertimbangan karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Jika asupan cairan tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa haus berlebih, tubuh terasa lebih lemas, hingga risiko dehidrasi yang lebih nyata saat berpuasa.

Selain berdampak pada keseimbangan cairan, kafein juga memiliki efek stimulan yang membuat seseorang tetap terjaga. Hal ini dapat memengaruhi pola tidur selama Ramadhan, terutama ketika waktu istirahat berubah akibat aktivitas sahur dan ibadah malam.

Ali juga menyoroti kebiasaan menambahkan gula dalam kopi atau teh. Menurutnya, penggunaan gula berlebih perlu dibatasi untuk menghindari peningkatan asupan gula tambahan yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Baca Juga: Ini Dampak Buruk Minum Kopi Saat Berbuka Puasa

Sementara itu, penambahan susu dalam kopi atau teh bukan berarti menghilangkan kandungan gizi susu. Namun, ia menilai bahwa dalam campuran tersebut, manfaat gizi susu menjadi kurang dominan karena lebih berfungsi sebagai penambah cita rasa pada minuman yang cenderung pahit.

“Oleh karena itu memang saya lebih menganjurkan kalau ketika anda sahur, ketika anda berbuka itu minum cairan-cairan lain, mungkin dampak terhadap problem yang dihadapi tidak terlalu besar,” kata Ali.

Ia pun menyarankan masyarakat memilih minuman yang lebih mendukung kebutuhan hidrasi tubuh saat sahur maupun berbuka, agar kondisi fisik tetap prima selama menjalankan ibadah puasa.

(Sumber: Antara)

x|close