Ahli Gizi Bagikan Cara Tepat Penuhi Kebutuhan Cairan Saat Puasa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 18:15
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Air minum. ANTARA/Sizuka (Sizuka,) Ilustrasi Air minum. ANTARA/Sizuka (Sizuka,) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta – Ahli Gizi Klinis Senior di Aster Hospitals, India, Aditi Prasad Apte, membagikan panduan sederhana mengenai kebutuhan cairan selama berpuasa agar tubuh tetap terhidrasi dan bertenaga. Informasi tersebut dimuat dalam laman Onlymyhealth pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa sebagian orang justru kurang minum saat berbuka hingga sahur, sementara sebagian lainnya mengonsumsi air dalam jumlah berlebihan sekaligus. Kedua kebiasaan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh. Padahal, pengaturan asupan cairan yang tepat di antara waktu berbuka dan sahur sangat penting untuk menjaga kondisi fisik selama menjalani puasa.

Mengacu pada pedoman kesehatan dan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa disarankan mengonsumsi sekitar 8 hingga 10 gelas air atau setara 2 hingga 2,5 liter dalam rentang waktu tersebut.

Baca Juga: Jangan Sepelekan, Ini Manfaat Minum Air Putih yang Luar Biasa

"Para ahli merekomendasikan agar orang minum air dalam jumlah terkontrol, bukan dalam jumlah besar sekaligus," kata Aditi.

Ia menekankan bahwa minum secara bertahap membantu tubuh menyerap cairan lebih optimal serta mencegah perut kembung atau tidak nyaman. Pola hidrasi yang dianjurkan yakni memulai berbuka dengan satu hingga dua gelas air. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan minum sekitar 150 mililiter setiap 30 hingga 60 menit, serta menambah dua hingga tiga gelas air saat sahur.

Pendekatan bertahap ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sepanjang waktu puasa. Cara berbuka yang tepat, menurut Aditi, turut memengaruhi kondisi tubuh pada malam hari dan kesiapan fisik keesokan harinya.

"Saat berbuka, alih-alih minum air secara berlebihan, sebaiknya mulai dengan satu hingga dua gelas air bersama kurma dan makanan ringan yang tidak digoreng," Aditi menambahkan.

Ia juga mengingatkan agar membatasi minuman berkafein seperti teh, kopi, dan soda karena bersifat diuretik yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh.

Minuman tinggi gula pun sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena dapat memicu lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat sehingga tubuh lebih mudah merasa lelah.

Sebagai pilihan yang lebih baik, Aditi merekomendasikan air putih, air kelapa dalam jumlah secukupnya, air lemon tanpa gula, serta sup bening.

Baca Juga: Menyebabkan Kerusakan Pada Ginjal, Ini 6 Dampak Kurang Minum Air Putih

Selain minuman, konsumsi makanan yang kaya kandungan air juga berperan dalam menjaga hidrasi.

Ia menyarankan semangka, jeruk, mentimun, yogurt, dan sup sayur bening sebagai menu pendukung.

Makanan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan cairan, tetapi juga menyediakan vitamin, mineral, serta serat yang mendukung sistem pencernaan dan menjaga energi.

Untuk sahur, Aditi merekomendasikan menu seperti oat, telur, yogurt, buah-buahan, gandum utuh, serta kacang-kacangan dalam porsi kecil agar tubuh lebih lama mempertahankan hidrasi selama berpuasa.

(Sumber: Antara)

x|close