Ntvnews.id
“Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum,” kata Tan Shot Yen saat dihubungi oleh ANTARA pada Selasa, 24 Februari 2026.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa sifat diuretik pada kopi dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Padahal, selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan minum hingga waktu berbuka.
Ia menuturkan bahwa dehidrasi berpotensi menimbulkan berbagai keluhan, seperti tubuh terasa lemas, sakit kepala, hingga menurunnya daya konsentrasi.
Baca Juga: Dokter: Karbohidrat Berlebihan Saat Sahur Bisa Picu Lapar Lebih Cepat
Oleh sebab itu, mengandalkan kafein tanpa diimbangi istirahat yang cukup dan asupan cairan yang memadai bukanlah langkah yang bijak.
Tan juga menegaskan bahwa rasa kantuk saat berpuasa sering kali dipicu oleh kurangnya waktu tidur. Perubahan jadwal makan serta peningkatan aktivitas ibadah pada malam hari kerap membuat waktu istirahat berkurang.
“Tidur kan bagian dari kebutuhan tubuh. Enam sampai tujuh jam buat dewasa,” ujarnya.
Ia menyarankan agar kebutuhan tidur tetap diupayakan terpenuhi, baik dengan tidur lebih awal pada malam hari maupun membagi waktu istirahat setelah sahur.
Baca Juga: Ini Dampak Buruk Minum Kopi Saat Berbuka Puasa
Selain itu, tidur siang singkat dinilai efektif membantu memulihkan energi serta meningkatkan kewaspadaan.
“Paling aman istirahat, tidur 15 sampai 20 menit segar lagi. Ada yang 15 menit, ada yang 30 menit,” katanya.
Menurut Tan, menjaga kualitas tidur, membatasi konsumsi kopi saat sahur, serta memastikan kebutuhan cairan tercukupi sejak malam hingga waktu sahur merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga fokus selama menjalankan ibadah puasa maupun beraktivitas di jalan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Kopi Americano yang diseduh menggunakan mesin kopi. ANTARA/Pamela Sakina/am. (Istimewa)