Ntvnews.id, Jakarta - Perbincangan soal beasiswa LPDP terus memanas. Sumber kekisruhan bermula dari video unggahan Dwi Sasetyaningtyas, penerima beasiswa yang menyatakan kebanggaannya atas status warga negara asing yang kini dimiliki anaknya.
Gelombang kritik terhadap LPDP menyebar makin luas setelah suaminya, Arya Iwantoro, juga alumni LPDP dituding tidak memenuhi kewajiban pengabdian. Sorotan publik kemudian ikut mengarah pada sejumlah figur publik yang pernah dibiayai LPDP, termasuk penyanyi dan aktris Maudy Ayunda.
Nama Maudy kembali jadi perbincangan, bukan karena prestasinya, melainkan karena keputusan lamanya untuk menempuh studi magister menggunakan beasiswa negara. Riwayat akademiknya memang sering dijadikan sorotan positif.
Baca Juga: Infografik: Pemerintah Jamin Perlindungan Data dalam Perjanjian Indonesia-AS
Gelar sarjana diraihnya dari University of Oxford, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan di Stanford University melalui LPDP. Program magister ganda, MBA dan Master of Arts in Education, dituntaskannya hanya dalam dua tahun, menjadikannya salah satu contoh penerima LPDP yang dianggap berprestasi.
Aktivitas Maudy setelah studinya ikut dipuji banyak pihak. Ia aktif mengembangkan berbagai program literasi dan pendidikan untuk generasi muda. Namun derasnya kritik publik terhadap LPDP menyeret lagi namanya ke tengah pusaran perdebatan. Warganet mempertanyakan ulang pilihan Maudy menerima beasiswa negara karena keluarganya mapan.
“Maudy ayunda kenapa pas kuliah s2 harus pakai beasiswa LPDP padahal kamu kan dari segi ekonomi mampu. Waktu sd-sma sekolahnya aja di internasional school yang bayarannya mahal. Dalam keseharian juga kamu suka pakai barang branded yg mahal seperti jam Rolex, tas branded,” tulis warganet.
“Kak, kami sebagai pembayar pajak yang belum mampu kuliah pengen tau isi essay Kak Mody dan kontribusinya setelah pakai LPDP, kalo bisa dipost di feed kaya Kak Tasya Kamila. Jangan pake komen buzzer. Iziiiinn,” timpal yang lain.
Baca Juga: Jelang Akad Nikah, Terungkap Mahar Virgoun untuk Lindi Fitriyana
“Hallo @lpdp_ri nih check apa kontribusi nya buat negara, pas bencana kemarin aja dia adem adem ga menyuarakan apapun bahkan ampe di rujak di tiktok haha penerima lpdp pada salah sasaran sepertinya,” tambah warganet.
Gelombang hujatan itu memunculkan reaksi dari beberapa warganet lain yang berusaha memberikan penjelasan. Salah satu akun yang paling konsisten muncul di kolom komentar adalah @kennyyyyypt_. Akun tersebut menyampaikan pembelaan dalam beberapa poin terpisah.
- Menjadi Juru Bicara G20 Indonesia untuk menyampaikan informasi mengenai forum tersebut kepada publik, khususnya generasi muda.
- Mengembangkan bidang pendidikan dan literasi melalui Maudy Ayunda Foundation, termasuk program beasiswa dan mentorship, serta kampanye literasi digital dan pendidikan karakter.
- Terlibat dalam investasi dan pemberdayaan startup lokal sebagai angel investor, salah satunya dengan mendukung Segari yang berfokus pada petani dan ekosistem digital.
- Menginspirasi generasi muda melalui berbagai forum, termasuk pencapaiannya masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia, serta keterlibatannya dalam isu pemberdayaan perempuan dan pendidikan.
- Mengusung diplomasi budaya lewat karya musik dan film yang memperkenalkan Indonesia ke panggung internasional.
- Berkolaborasi dengan CIMB Niaga dalam gerakan “Kejar Mimpi” untuk memotivasi anak muda dalam meraih cita-cita.
Di tengah memuncaknya kritik kepada penerima LPDP, nama Maudy menjadi salah satu yang paling ramai diperbincangkan. Sorotan publik terhadap isu kontribusi membuat warganet semakin vokal mempertanyakan bagaimana para alumni, termasuk figur publik, membalas investasi pendidikan yang telah diberikan negara.
Maudy Ayunda (Instagram)