Ntvnews.id
Mengutip laporan Medical Daily pada Selasa, 24 Februari 2026, dehidrasi ringan saja sudah dapat menyebabkan tubuh terasa lelah, bibir kering, sakit kepala, serta perubahan warna urine menjadi lebih gelap.
Apabila kekurangan cairan berlanjut, tubuh akan kesulitan menjaga tekanan darah dan suhu tetap stabil.
Dalam kondisi yang lebih berat, seseorang dapat mengalami pusing, kebingungan, bahkan detak jantung yang meningkat lebih cepat dari normal.
Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Puasa, Minum Air Kelapa Saat Berbuka Bisa Jadi Solusi
Ketidakseimbangan elektrolit juga membawa dampak yang tak kalah serius. Kadar natrium yang terlalu rendah atau hiponatremia dapat memicu mual, kram otot, hingga gangguan kesadaran.
Sementara itu, kekurangan kalium atau hipokalemia berisiko menyebabkan kelemahan otot serta gangguan irama jantung.
Gangguan ini dapat terjadi akibat keringat berlebihan, diare, muntah, aktivitas fisik intens, maupun kurangnya asupan mineral. Risiko dehidrasi juga lebih tinggi pada lansia dan penderita penyakit kronis karena sensasi haus sering kali tidak terasa jelas.
Meski demikian, konsumsi air secara berlebihan tanpa diimbangi asupan elektrolit juga dapat menimbulkan masalah.
Minum terlalu banyak air dapat menurunkan kadar natrium dalam darah dan memicu hiponatremia. Walau kasusnya jarang, kondisi ini dapat berbahaya jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Rano Karno Buka Rakornas YKI, Dorong Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini
Asupan elektrolit yang berlebihan, misalnya dari suplemen atau minuman tertentu, juga berpotensi memicu gangguan kesehatan. Kelebihan natrium dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan kadar kalium yang terlalu tinggi bisa mengganggu fungsi jantung.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut warna urine dapat menjadi indikator sederhana untuk menilai status hidrasi.
Warna kuning pucat umumnya menunjukkan tubuh cukup terhidrasi. Warna yang terlalu bening bisa menandakan kelebihan cairan, sementara warna gelap mengindikasikan tubuh kekurangan cairan.
Menjaga keseimbangan cairan tubuh berarti memahami sinyal yang diberikan tubuh dan mengatur asupan air serta elektrolit secara seimbang sepanjang hari.
(Sumber: Antara)
Menjaga keseimbangan cairan berarti memperhatikan sinyal tubuh dan mengatur asupan air serta elektrolit secara seimbang sepanjang hari. ANTARA/Sizuka (Antara)