Ntvnews.id, Jakarta - Umat Muslim sering menjadikan waktu imsak sebagai batas terakhir makan dan minum saat sahur. Namun, apakah setelah imsak masih diperbolehkan makan? Buya Yahya, memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Menurut Buya, secara syariat makan dan minum sebenarnya masih diperbolehkan selama belum masuk waktu Subuh atau belum terdengar azan Subuh.
"Kalau imsak masih boleh makan tidak? Ini sering pertanyaan, maka dipahamkan, imsak, boleh makan, karena belum adzan, karena itu waktu hati-hati waktu siap-siap," ucapnya, dikutip dari YouTube Buya Yahya, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa istilah imsak yang dikenal di Indonesia sebenarnya bukan batas dimulainya puasa secara mutlak. Dalam praktiknya, imsak hanyalah pengingat agar umat Muslim lebih berhati-hati menjelang waktu Subuh.
Baca Juga: Hani Pramono Tinjau Safari Ramadhan dan Pasar Ibu Bisa
Ilustrasi seseorang berdoa (Pixabay)
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan Rabu 25 Februari 2026
"Sehingga di negeri kita ada istilah imsak, imsak. Gak ada istilah di buku-buku lain gak ada. Di dalam kitab-kitab imsak itu mulai puasa, imsak itu kan menahan diri dari makanan, imsak itu sudah mulai jam puasa itu imsak , Waktu subuh itu imsak," jelasnya.
Buya juga menjelaskan bahwa jeda antara imsak dan Subuh memiliki beberapa tujuan, seperti memberi waktu untuk menyelesaikan makan sahur, membersihkan mulut atau bersiap untuk salat, hingga menghindari makan tepat saat azan Subuh berkumandang.
"Jadi antara berhenti makan kita dengan Waktu subuh ada jeda, dan jeda ini untuk macam-macam, membersihkan mulut dan sebagainya ya, atau minum. Jangan sampai minum gak ada imsak tiba-tiba adzan gak boleh, kalau sudah makan adzan berhenti," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya (Tangkapan Layar: YouTube)