Ntvnews.id, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi dan onkologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Andhika Rachman, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa dapat dilakukan dengan langkah sederhana, yakni memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih saat berbuka hingga sahur.
“Saat puasa, menjaga kesehatan ginjal sebenarnya tidak sulit. Beberapa hal penting yang bisa dilakukan adalah cukup minum air saat berbuka hingga sahur, sekitar 6 sampai 8 gelas agar tubuh tidak mengalami dehidrasi,” kata Andhika kepada ANTARA di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan cairan harian meskipun sedang berpuasa sangat penting agar ginjal tetap mampu menjalankan fungsi utamanya, yakni menyaring limbah dan racun dari dalam darah.
Baca Juga: Waspadai Gejala Kanker Ginjal, Perubahan pada Urine Bisa Jadi Tanda Awal
Selama menjalani puasa, tubuh berpotensi mengalami dehidrasi karena tidak memperoleh asupan cairan selama lebih dari 12 jam.
Oleh karena itu, Andhika menyarankan konsumsi air putih sekitar 6 hingga 8 gelas yang dibagi antara waktu berbuka hingga sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan harian tubuh.
Selain memperhatikan hidrasi, ia juga mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan yang terlalu asin, menghindari asupan gula berlebihan, serta tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang guna menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan jantung.
Andhika menambahkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal, di antaranya kebiasaan merokok, obesitas, serta tekanan darah tinggi.
Untuk menjaga kesehatan tubuh selama puasa, ia juga menyarankan agar tetap melakukan aktivitas fisik ringan dan menghindari kebiasaan merokok.
“Bagi orang yang memiliki penyakit seperti diabetes atau hipertensi, kontrol rutin dan kepatuhan minum obat juga sangat penting untuk menjaga fungsi ginjal,” sarannya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah gejala kanker ginjal.
Meskipun pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan keluhan, beberapa tanda yang dapat muncul antara lain adanya darah dalam urine, nyeri pada pinggang atau punggung bagian samping, munculnya benjolan di perut, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Baca Juga: Kekurangan Cairan dan Elektrolit Bisa Picu Gangguan Kesehatan Serius
Selain itu, penderita juga dapat mengalami kelelahan berlebih atau anemia.
Jika gejala tersebut muncul, Andhika menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko kanker ginjal adalah riwayat penyakit ginjal kronis, menjalani dialisis dalam jangka panjang, serta adanya riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Ia juga menambahkan bahwa paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja dapat turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko tersebut.
“Paparan bahan kimia tertentu di tempat kerja juga dapat berperan,” katanya.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi kanker ginjal stadium II. (ANTARA/situs web Institut Kanker Nasional AS) (Antara)