Ntvnews.id, Kota Jambi - Psikolog Eka Renny Yustisia memberikan sejumlah tips bagi orang tua dalam menghadapi anak yang kecanduan media sosial (medsos) hingga memicu ledakan emosi atau tantrum.
"Kondisi ini menjadi tantangan serius karena paparan konten digital secara terus-menerus membuat otak anak terbiasa dengan lonjakan cepat hormon kesenangan dari aktivitas stimulasi tinggi seperti media sosial (dopamin instan)," ujar Eka di Jambi, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa ketika anak dihentikan secara tiba-tiba dari aktivitas digital, mereka cenderung menunjukkan reaksi emosional berlebihan yang mirip gejala putus zat atau withdrawal. Hal ini kerap memicu ledakan emosi berupa kemarahan, tangisan, hingga perilaku sulit dikendalikan oleh orang tua.
Baca Juga: Macron Puji Kebijakan Indonesia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
"Kami menyarankan orang tua untuk memvalidasi emosi anak tanpa membenarkan perilaku. Orang tua perlu menunjukkan empati dengan memahami perasaan anak agar sistem emosinya perlahan menjadi lebih tenang. Selain itu orang tua disarankan menerapkan teknik transisi dengan memberikan batas waktu secara bertahap sebelum anak berhenti menggunakan gawai," lanjutnya.
Eka menekankan pentingnya penerapan aturan detoks digital di dalam keluarga. Orang tua dan anak harus menjalankan kesepakatan bebas layar pada waktu tertentu agar tercipta konsistensi serta teladan dalam penggunaan perangkat digital.
Baca Juga: Menteri PPPA Ajak Orang Tua Aktif Dampingi Anak Gunakan Media Sosial
Selain itu, Eka mendorong orang tua untuk mengganti aktivitas digital dengan kegiatan fisik atau permainan interaktif yang mampu menyeimbangkan kondisi emosional anak. Orang tua juga perlu mengawasi jenis konten yang dikonsumsi agar tidak menimbulkan stimulasi berlebihan.
"Orang tua dapat membantu anak mengelola emosi, sekaligus membentuk kebiasaan penggunaan media sosial yang lebih sehat dengan pendekatan tepat dan konsisten," tambahnya.
Sementara itu, Dewi, seorang orang tua, memilih mengisi waktu libur anak dengan olahraga panahan. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjauhkan anak dari gawai, tetapi juga melatih kesabaran dan meningkatkan fokus.
(Sumber: Antara)
Dua anak sedang bermain gawai di rumah, Senin (30/3/2026). ANTARA/HO-Melli Andani. (Antara)