Ntvnews.id, Jakarta - Perjalanan hidup artis serbabisa, Aldi Taher, selalu menarik perhatian publik. Di balik tingkah laku dan gaya bicaranya yang kerap mengundang tawa dan kontroversi di media sosial, pria kelahiran 25 Oktober 1983 ini menyimpan kisah perjuangan yang luar biasa dalam melawan penyakit mematikan. Aldi Taher merupakan seorang penyintas kanker kelenjar getah bening yang kini telah dinyatakan sembuh total.
Vonis kanker kelenjar getah bening stadium dua yang diterimanya pada pertengahan tahun 2016 silam sempat menjadi pukulan berat. Saat itu, ia harus mengurangi aktivitas di dunia hiburan secara drastis untuk fokus menjalani serangkaian pengobatan medis, termasuk kemoterapi yang menguras fisik dan mental.
Namun, di tengah masa-masa kelam dan penuh keputusasaan tersebut, Aldi menemukan "obat" pelengkap yang luar biasa: membaca Al-Qur'an.
Mantan suami Dewi Perssik ini secara terbuka sering membagikan kisahnya bahwa mukjizat kesembuhannya tidak terlepas dari kebiasaannya yang intens dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui ayat-ayat suci. Bagi Aldi, kemoterapi adalah ikhtiar medis, sementara Al-Qur'an adalah ikhtiar batin yang menguatkan imun tubuhnya.
"Waktu dikemoterapi itu rasanya sakit sekali, badan drop. Tapi saya paksa untuk terus baca Al-Qur'an. Ternyata, Al-Qur'an itu syifa (penyembuh). Hati jadi tenang, stres hilang, dan ketika hati tenang, imun tubuh kita naik. Itu yang bikin saya kuat menghadapi efek kemoterapi," kata Aldi Taher di podcast Denny Sumargo, 1 April 2026.
Aldi meyakini bahwa salah satu musuh terbesar bagi pasien kanker adalah stres dan keputusasaan. Dengan melantunkan ayat suci, ia merasakan kedamaian luar biasa yang mengusir rasa takut akan kematian. Ia percaya bahwa Tuhan-lah yang memberikan penyakit, dan Dia pula yang berkuasa mengangkat penyakit tersebut.
Kini, setelah dinyatakan bersih dari sel kanker selama bertahun-tahun, kebiasaan membaca Al-Qur'an itu tidak pernah ia tinggalkan. Sebaliknya, Aldi justru semakin gencar mengkampanyekan gerakan membaca Al-Qur'an di mana saja dan kapan saja. Slogan khasnya, "Baca Al-Qur'an, rekam, posting", kerap ia serukan di media sosialnya.
Banyak pihak yang awalnya mengira aksi Aldi merekam dirinya mengaji di berbagai tempat—mulai dari studio, pinggir jalan, hingga di bandara—hanyalah sekadar sensasi. Namun, Aldi menegaskan bahwa niatnya murni untuk mensyiarkan agama dan memotivasi banyak orang, terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
"Kalau orang bisa posting pamer harta, kenapa kita malu posting baca firman Allah? Harapannya, kalau ada teman-teman yang lagi sakit lihat, mereka jadi semangat baca Al-Qur'an juga. Kesembuhan itu nyata kalau kita yakin sama Allah," tuturnya.
Kisah Aldi Taher menjadi bukti nyata betapa keseimbangan antara ikhtiar pengobatan medis yang disiplin dan kepasrahan spiritual dapat menghasilkan kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Dari seorang pasien yang terbaring lemah di ruang kemoterapi, kini ia kembali ceria menghibur masyarakat dengan semangat hidup yang baru.
Aldi Taher, Vidi Aldiano (Instagram)