Fadli Zon Tegaskan Chattra Tak Ubah Struktur Candi Borobudur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 10:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui di Jakarta, Rabu 29 April 2026.ANTARA/ (Sinta Ambar) Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui di Jakarta, Rabu 29 April 2026.ANTARA/ (Sinta Ambar) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa rencana pemasangan chattra di Candi Borobudur tidak akan mengubah struktur maupun keaslian candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

Ia memastikan bahwa elemen tambahan itu tidak akan memengaruhi kondisi fisik maupun nilai historis candi.

"Jadi chattra yang kita pasang ini tidak mengubah apapun," kata Fadli saat sesi wawancara cegat di Jakarta, Rabu 29 April 2026.

Menurutnya, keberadaan chattra memiliki arti penting bagi umat Buddha karena menjadi simbol sekaligus bagian dari konsep living heritage, yakni warisan budaya yang tetap hidup dan relevan dalam praktik keagamaan.

Baca Juga: Fadli Zon: Buku 'Sejarah Indonesia' Bakal Bisa Diakses Akhir April 2026

Pemasangan ini dinilai sebagai upaya menjaga keberlanjutan fungsi spiritual Borobudur, bukan sekadar situs sejarah semata.

Fadli menjelaskan bahwa hingga saat ini proses asesmen terkait pemasangan chattra masih terus berjalan dan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Ia menargetkan pemasangan dapat direalisasikan pada tahun ini.

Selain itu, pemerintah juga telah berkomunikasi dengan UNESCO untuk memastikan rencana tersebut sejalan dengan standar pelestarian warisan dunia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemasangan chattra merupakan aspirasi yang telah lama disampaikan oleh berbagai organisasi umat Buddha.

"Pemasangan chattra ini juga merupakan tuntutan dari umat Buddha dari organisasi seperti Permabudhi (Persatuan Umat Buddha Indonesia) dari Walubi dari sejumlah organisasi Buddha dan juga dari Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha sudah lama bersurat kepada saya jadi ada juga bagian yang merupakan keperluan untuk living heritage dan saya kira kita mendukung menuju kepada living heritage," pungkasnya.

Sebelumnya, Fadli juga menyampaikan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan kajian mendalam.

"Pemasangan tersebut akan dilakukan pada waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, khususnya umat Buddha," katanya.

Ia menambahkan bahwa proses ini harus melalui berbagai tahapan, termasuk analisis dampak dan uji kelayakan guna memastikan semua aspek terpenuhi.

Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan daya tarik kawasan Borobudur, baik dari sisi wisata sejarah maupun religi.

Baca Juga:Menbud Fadli Zon Tinjau Revitalisasi Candi Jabung di Probolinggo

Dengan jumlah umat Buddha dunia yang diperkirakan mencapai 500 hingga 600 juta orang, potensi kunjungan dinilai sangat besar.

Bahkan, jika satu persen saja datang, jumlahnya bisa mencapai lima hingga enam juta wisatawan.

Pemerintah optimistis bahwa melalui pendekatan living heritage, Borobudur tidak hanya akan tetap diakui sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan spiritual dan budaya yang aktif serta berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

x|close