Nousphere Hadir di SMAN 84 Jakarta: Bedah Tren Sosial Media dan Tantang Siswa Berpikir Kreatif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 12:20
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Nousphere Hadir di SMAN 84 Jakarta: Bedah Tren Sosial Media dan Tantang Siswa Berpikir Kreatif Nousphere Hadir di SMAN 84 Jakarta: Bedah Tren Sosial Media dan Tantang Siswa Berpikir Kreatif (DOK NOUSPHERE)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 55 siswa kelas 10 SMAN 84 Jakarta mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda melalui talkshow dan workshop interaktif yang diselenggarakan oleh Nousphere pada Rabu (22/04/2026).

Didirikan oleh Keanu Djauhari pada 2025, Nousphere merupakan inisiatif edukasi yang berfokus pada upaya menjembatani ilmu psikologi, filsafat, sosiologi, dan seni agar lebih mudah diakses dan relevan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan ini terselenggara sebagai bagian dari kolaborasi antara Nousphere, Eduquip Education, Duta Inisiatif, dan Leuweung Hub Foundation.

Dalam sesi talkshow, Keanu Djauhari selaku pendiri Nousphere membahas bagaimana tren terbentuk dari dinamika media sosial dan budaya populer, serta bagaimana tren tersebut secara tidak sadar memengaruhi pola pikir dan gaya hidup generasi muda.

Nousphere Hadir di SMAN 84 Jakarta: Bedah Tren Sosial Media dan Tantang Siswa Berpikir Kreatif <b>(DOK NOUSPHERE)</b> Nousphere Hadir di SMAN 84 Jakarta: Bedah Tren Sosial Media dan Tantang Siswa Berpikir Kreatif (DOK NOUSPHERE)

“ Tren sukses jarang tentang konten itu sendiri, tetapi tentang perasaan atau aspirasi yang mungkin dimiliki produk atau ide tersebut,” ujar Keanu saat menjelaskan tren TikTok terkini.  Ia juga menyoroti pergeseran lanskap tren di era artificial intelligence (AI), di mana perubahan terjadi semakin cepat dan dalam skala yang lebih luas.

Meski demikian, Keanu menekankan bahwa konten dengan sentuhan humanis tetap memiliki daya tarik yang lebih kuat. Hal ini menunjukkan bahwa peran manusia dalam menciptakan tren dan narasi tetap krusial, bahkan di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Sesi workshop yang mengikuti talkshow menjadi ruang eksplorasi kreativitas bagi para siswa. Mereka ditantang untuk memasarkan sebuah pulpen sederhana seolah-olah merupakan produk bernilai tinggi. Partisipasi aktif dan ide-ide yang dihasilkan menunjukkan bahwa para siswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara praktis.

Melalui kegiatan ini, Nousphere tidak hanya memperluas wawasan siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih kritis dalam memahami tren dan budaya digital. Para peserta pun meninggalkan sesi dengan perspektif baru serta semangat untuk melihat dunia di sekitar mereka secara lebih reflektif.

Baca Juga: 6 Penerima Beasiswa DPM Ikuti Pembekalan, Bersiap Berangkat ke China

Baca Juga: Sempat Terisolir, Jembatan Gantung Nglebur Blora Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga

x|close