Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya telah memeriksa sebanyak 31 saksi dalam upaya mengungkap insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026.
"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang, yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Budi menjelaskan bahwa penanganan kasus tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan dan ditangani oleh Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
"Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," katanya.
Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Pengaruh Medan Listrik pada Kecelakaan Taksi Listrik di Bekasi Timur
Pada tahap selanjutnya, penyidik berencana meminta keterangan tambahan dari sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk melengkapi proses penyidikan dan memperoleh gambaran kejadian secara menyeluruh.
Adapun kecelakaan yang terjadi pada Senin malam tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa bermula dari sebuah taksi Green SM yang mengalami mogok di perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan, kemudian tertabrak kereta rel listrik (KRL) yang melintas.
Baca Juga: KAI Pasang Palang Pintu Sementara di Perlintasan Ampera Bekasi Timur
Akibat kecelakaan awal tersebut, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang melakukan berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.
Namun, dalam kondisi berhenti tersebut, rangkaian KRL kembali mengalami kecelakaan setelah ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, yang menyebabkan gerbong belakang khusus wanita mengalami kerusakan parah dan menelan korban jiwa.
(Sumber: Antara)
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr. (Antara)