Ntvnews.id, Kyiv - Konflik antara Ukraina dan Rusia kembali memanas dengan aksi saling serang menggunakan ratusan drone dan rudal yang memicu kerusakan besar di kedua wilayah. Sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat rentetan serangan tersebut.
Dilansir dari AFP, Senin, 4 Mei 2026, Ukraina mengaku telah melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal perang Rusia, termasuk kapal yang membawa rudal jelajah serta tiga tanker shadow fleet, di tengah perang yang telah berlangsung selama empat tahun.
Serangan itu berlangsung ketika kedua negara saling meluncurkan ratusan drone bermuatan bahan peledak ke wilayah lawan masing-masing.
Berdasarkan keterangan pejabat setempat, tiga warga Ukraina dan dua warga Rusia tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, serangan balasan Rusia juga dilaporkan menewaskan satu orang di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia serta satu warga lainnya di kawasan selatan Ukraina yang berada di bawah kendali Moskow.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memperingatkan bahwa Kyiv akan meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi Rusia apabila Moskow tidak menghentikan invasinya.
"Rusia dapat mengakhiri perangnya kapan saja. Memperpanjang perang hanya akan memperluas skala operasi pertahanan kita," ujar Zelensky.
Baca Juga: Trump Semprot Kanselir Jerman soal Iran, Minta Fokus Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Zelensky menyatakan pasukan Ukraina telah menyerang sebuah kapal yang dilengkapi rudal jelajah di Pelabuhan Primorsk, wilayah Leningrad di barat laut Rusia.
Terminal ekspor minyak di kawasan tersebut sebelumnya juga beberapa kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mengganggu ekspor bernilai miliaran dolar.
Selain itu, Zelensky mengatakan tiga tanker shadow fleet yang digunakan Rusia untuk mengangkut minyak turut menjadi target. Satu kapal berada di Primorsk, sedangkan dua lainnya berada di sekitar pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam bagian selatan.
Ia bahkan mengunggah video hitam-putih yang memperlihatkan drone Ukraina mendekati salah satu tanker di Novorossiysk.
Peningkatan pendapatan minyak dan gas Rusia selama konflik di Timur Tengah disebut menjadi salah satu sumber utama pembiayaan militer dan perekonomian Rusia.
Presiden AS Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat 18 Agustus 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)
Sebelumnya, gubernur wilayah Leningrad membenarkan adanya kebakaran di pelabuhan akibat serangan Ukraina, meski tingkat kerusakan belum dipastikan.
Dalam serangan malam hari, Rusia disebut meluncurkan 268 drone dan satu rudal balistik ke Ukraina. Di sisi lain, Ukraina mengaku telah mengirimkan 334 drone ke wilayah Rusia.
Serangan Ukraina menewaskan seorang pria berusia 77 tahun di sekitar Moskow dan seorang remaja berusia 15 tahun di wilayah Ukraina selatan yang dikuasai Rusia.
Baca Juga: Gencatan Senjata Paskah Usai, Rusia-Ukraina Kembali Saling Serang
Kedua negara sama-sama menyatakan tidak menyasar warga sipil. Namun, perang yang berlangsung sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 itu telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa.
AFP melaporkan, sepanjang April lalu Rusia mencatat jumlah peluncuran drone jarak jauh tertinggi sejak konflik dimulai, dengan rata-rata lebih dari 200 drone setiap hari.
Gambar bendera Rusia dan Ukraina di tembok batu bata dengan bayangan tentara. (Antara)