Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan pentingnya menghadirkan unsur budaya Betawi dalam setiap renovasi kantor kelurahan di Jakarta. Instruksi ini disampaikan saat meresmikan Kantor Lurah Senen di Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, kantor kelurahan bukan sekadar bangunan administratif, tetapi simbol kehadiran pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat sekaligus representasi identitas kota.
"Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, identitas budaya Jakarta adalah Betawi. Karena itu, saya meminta kantor kelurahan yang direnovasi tetap menonjolkan unsur budaya Betawi sebagai identitas Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: Kata Pramono Soal Pergantian Ketua DPRD DKI dari Khoirudin ke Suhud Alynudin
Selain Kantor Lurah Senen, Pramono juga meresmikan kantor lurah lainnya seperti Tanah Tinggi, Semper Barat, dan Sunter Jaya. Program pembangunan dan revitalisasi kantor kelurahan ini menjadi agenda rutin yang terus dianggarkan setiap tahun.
Pramono menekankan, peningkatan kualitas fisik gedung harus sejalan dengan peningkatan layanan publik yang cepat, transparan, dan responsif.
"Bagi saya, kantor kelurahan bukan sekadar tempat administrasi, melainkan ujung tombak pemerintahan paling bawah yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, pelayanan yang diberikan harus menjadi yang terbaik," ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.
Baca Juga: Anggota DPRD DKI Tina Toon Minta Pramono Tambah 200 Sekolah Gratis
Kantor kelurahan yang telah direnovasi kini dilengkapi berbagai fasilitas modern dan inklusif, seperti akses ramah disabilitas dan lift, ruang laktasi dan area bermain anak, sistem proteksi kebakaran dan pengolahan air serta listrik cadangan serta panel surya.
Tak hanya itu, fungsi sosial juga diperkuat melalui integrasi layanan seperti PAUD, operasional Tiga Pilar (lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas), hingga dukungan fasilitas bagi petugas PPSU.
Pramono Anung juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan memanfaatkan kantor kelurahan sebagai ruang publik yang terbuka.
"Jika masyarakat merasa nyaman, bahkan seperti di rumah sendiri saat datang ke kantor kelurahan, maka pemerintahan di tingkat paling bawah akan berjalan baik. Saya tegaskan, kantor kelurahan bukan sekadar tempat kerja administratif, melainkan pusat pelayanan publik," ucapnya.
Pramono Anung (Pemprov DKI)