Unsri Buka Suara soal Kematian Dokter Internship, Soroti Isu Beban Kerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 10:42
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
FK Unsri (Universitas Sriwijaya) FK Unsri (Universitas Sriwijaya) (Google Maps)

Ntvnews.id, Jakarta - Universitas Sriwijaya (Unsri) akhirnya angkat bicara terkait meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang bertugas di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. Pihak kampus menegaskan bahwa status Myta saat itu bukan lagi berada dalam kewenangan langsung universitas, melainkan bagian dari program nasional yang dikelola pemerintah.

Melalui keterangan resminya, Unsri menjelaskan bahwa dr. Myta merupakan peserta Program Internship Dokter Indonesia yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2025. Dengan demikian, seluruh aspek pelaksanaan program, termasuk penempatan serta pengaturan beban kerja, tidak berada dalam kendali institusi pendidikan.

"Pelaksanaan program, penempatan serta pengaturan beban kerja berada di bawah kewenangan pihak terkait di luar Unsri," katanya.

Baca Juga: AHY Sebut Tanggul Laut Pantura Penting Lindungi Pangan Nasional

Menanggapi dugaan bahwa Myta meninggal akibat beban kerja berlebih, Unsri menekankan pentingnya penanganan kasus secara objektif dan transparan. Kampus juga menyatakan komitmennya terhadap perlindungan tenaga kesehatan, khususnya mereka yang sedang menjalani masa pengabdian.

"Kami juga menegaskan komitmen terhadap pentingnya keselamatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran (IKA FK) Unsri turut mengambil langkah dengan mendorong pengusutan kasus hingga tuntas. Ketua Umum IKA FK Unsri, Achmad Junaidi, menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan pada 30 April 2026 untuk meminta audit terhadap rumah sakit tempat dr. Myta bertugas.

Baca Juga: 2 Prajurit AS Hilang Saat Latihan Militer Gabungan Bersama, Diduga Terjatuh ke Laut

"Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship," kata Junaidi.

Dari temuan awal yang dihimpun, Myta diduga menjalani beban kerja yang berat tanpa diimbangi waktu istirahat memadai. Kondisi kesehatannya disebut mulai menurun sejak Maret 2026, namun tetap dijadwalkan menjalani tugas jaga malam meskipun tengah mengalami gangguan kesehatan.

"dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi," jelasnya.

TERKINI

Istana Pastikan Ada Kejutan untuk Perayaan HUT ke-81 RI

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 13:31 WIB

21.800 Rumah di Kumamoto Jepang Dilaporkan Rusak Akibat Gempa

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 13:27 WIB

Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M7,4

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 13:21 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Tunjuk 6 Komandan Militer Baru

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 13:09 WIB

KPK Pertimbangkan Panggil Kembali Ridwan Kamil Kasus BJB

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 12:58 WIB

Overstay 3.073 Hari, WN Nigeria Jadi Tersangka Imigrasi

Metro Selasa, 11 Agu 2026 | 12:51 WIB

Update Gempa M7,4 di Kolombia: Korban Tewas 111 Orang

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 12:51 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close