Ntvnews.id, Seoul - Militer Korea Selatan melaporkan Korea Utara kembali meluncurkan satu rudal balistik jarak pendek menuju Laut Timur pada Minggu, 20 September 2026.
Peluncuran tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah Pyongyang menyatakan akan mengambil langkah responsif terhadap latihan militer yang dipimpin Amerika Serikat dan masih berlangsung di kawasan tersebut.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mendeteksi peluncuran sekitar pukul 15.00 waktu setempat dari wilayah Wonsan. Rudal itu disebut menempuh jarak sekitar 450 kilometer.
JCS masih melakukan analisis untuk memastikan spesifikasi rudal dan informasi lainnya. Otoritas intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat juga telah memantau serta bertukar informasi mengenai peluncuran tersebut sejak tahap awal. Jepang turut menerima informasi terkait.
Baca Juga: Rusia-Korea Utara Resmikan “Jembatan Cinta” Sepanjang 1 Kilometer
“Kami memantau secara ketat berbagai aktivitas Korea Utara dan mempertahankan kemampuan serta kesiapan untuk merespons secara luar biasa setiap provokasi, berdasarkan postur pertahanan gabungan Korea Selatan-AS yang kokoh,” kata JCS.
Peluncuran terbaru ini terjadi sekitar satu minggu setelah Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek dari wilayah yang sama menuju Laut Timur pada Sabtu, 12 September 2026.
Dua hari setelah peluncuran tersebut, Korea Utara menyatakan telah menggelar latihan serangan daya tembak. Latihan itu melibatkan unit artileri dan rudal dengan sistem tempur baru, termasuk peralatan drone serang, rudal jelajah taktis, peluncur roket ganda berkaliber besar, serta rudal balistik taktis.
Aktivitas peluncuran rudal tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kritik Pyongyang terhadap berbagai latihan militer besar di kawasan yang melibatkan Korea Selatan, Amerika Serikat, maupun Jepang.
Baca Juga: Korea Utara Copot Menteri Pertahanan, Ada Apa?
Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang memiliki pengaruh di pemerintahan, sebelumnya mengecam latihan maritim multinasional Pacific Vanguard yang dipimpin Amerika Serikat. Ia juga menyatakan akan memberikan respons secara proporsional atau mengambil langkah yang lebih ofensif.
Selain itu, Korea Utara kembali mengkritik latihan militer bilateral Ulchi Freedom Shield yang digelar Korea Selatan dan Amerika Serikat. Pyongyang juga mengecam latihan trilateral Freedom Edge yang melibatkan Jepang.
Korea Utara telah lama menilai latihan militer yang dilakukan negara-negara tersebut sebagai persiapan untuk invasi.
Pada peluncuran sebelumnya, rudal yang ditembakkan Korea Utara dinilai merupakan rudal balistik jarak pendek seri Hwasong-11. Selain itu, terdapat peluru yang diluncurkan menggunakan sistem peluncur roket ganda superbesar berkaliber 600 milimeter.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan militer yang dilakukan oleh tentara Korea Utara 10 Oktober 2022. Latihan tersebut dilaporkan mencakup peluncuran rudal balistik untuk menguji efektivitas kemampuan nuklir negara itu. (Antara)